Enam Pakar Melatih 100 Juri Terbaik

0
405
MAHADI Rahman (kiri) bersama salah seorang qari Kepri yang pernah mengikuti MTQ Internasional. f-martunas/tanjungpinang pos

Upaya Menyiapkan Dewan Juri MTQ Level Nasional Di Kepri

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VII Tingkat Provinsi Kepri tahun 2018 akan digelar Mei di Lingga. Sudah dipersiapkan 100 dewan juri yang profesional dan terlatih sebagai tim penilai nanti.

TANJUNGPINANG – PELATIHAN terhadap 100 dewan juri ini dilakukan di Hotel Ibis Styles Batam, 9-11 April. Selain dewan juri, dilatih juga 35-40 orang panitera. Dengan demikian, dewan juri dan panitera sudah sama-sama terlatih dan profesional.

Kabid Keagamaan Biro Kesra Pemprov Kepri, Mahadi Rahman yang juga Direktur Quran Center Batam mengatakan, peserta pelatihan ini merupakan utusan dari 7 kabupaten/kota di Kepri.

”Masing-masing kabupaten/kota mengirimkan 10 orang mengikuti pelatihan dewan juri ini. Sebanyak 30 orang dari provinsi dan pelatihan sudah berakhir hari ini (kemarin, red),” ujar Mahadi Rahman lewat ponselnya, Rabu (11/4).

Siapa saja dewan juri yang diutus kabupaten/kota, itu bukan kewenangan mereka. ”Kita minta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kabupaten/kota. Jadi mereka yang mengirim utusannya,” tambahnya.

Mereka yang mendapat pelatihan kemarin adalah orang-orang yang memang paham di bidangnya serta para dewan juri saat pelaksanaan MTQ di daerahnya masing-masing.

Sebagian di antara mereka merupakan mantan kafilah daerah yang menjuarai nasional. Karena tidak bisa lagi ikut MTQ akibat dibatasinya usianya, akhirnya mereka dilatih menjadi dewan juri. Yang terpenting dari pelatihan ini adalah menyamakan persepsi para dewan juri. Mereka akan bekerja profesional, netral dan selalu objektif saat melakukan penilaian.

Mahadi mengatakan, banyak aturan baru tentang perhakiman MTQ ini. Sehingga para hakim juri di Kepri perlu mendapatkan pencerahan dan penjelasan dari para ahli. Sehingga persepsi mereka sama saat penilaian di lapangan.

Kemudian, disiapkan juga sejumlah calon hakim juri. Mereka ini sudah layak jadi hakim juri, namun belum pernah menjadi dewan hakim. Meski demikian, persiapan tetap harus dilakukan.

Ada beberapa cabang pelatihan yang diikuti para dewan hakim tersebut seperti Tilawah, Tahfiz, Tafsir dan Manajemen Perhakiman serta Manajemen Penyelenggaraan.

Untuk para panitera, mereka diberi juga pelatihan manajemen perhakiman termasuk pengusahaan teknologi. Di zaman sekarang ini, pekerjaan makin dipermudah dengan sistem digital.

Karena itu, para panitera juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman itu. Itu yang dilakukan negara-negara Islam di dunia saat ini. Panitera di Kepri harus bisa mengikutinya.

Ia mencontohkan, sebelumnya, soal yang akan disampaikan ke qari atau qariah saat bertanding disimpan dalam amplop. ”Sekarang tak zamannya lagi itu. Tinggal tekan tombol, sudah muncul soal di layar. Serba digital. Ini salah satu pelatihan yang mereka dapatkan,” katanya.

Salah satu instruktur atau pelatih yang didatangkan adalah Prof. Dr. Haji Said Agil Husin Al Munawar, MA seorang pengajar dan mantan Menteri Agama Indonesia. Haji Said Agil juga ketua dewan hakim Indonesia. Pengetahuannya di bidang perhakiman sangat luas dan pengalamannya juga sudah kemana-mana.

Selain itu, didatangkan juga seorang dewan wasit internasional dari Kuala Lumpur Malaysia. Ilmu yang diturunkan dewan wasit internasional tersebut akan menambah modal dewan wasit Kepri dalam melakukan penilaian saat MTQ nanti.

Dengan demikian, penilaian juri di MTQ Provinsi Kepri nanti benar-benar berkelas nasional dan internasional. Hasilnya akan lebih memuaskan. Mahadi mengatakan, memang selama ni dewan hakim di Kepri sudah profesional. Hal itu terlihat dari prestasi Provinsi Kepri saat MTQ Nasional yang digelar sekali dua tahun.

Bahkan, Kepri pernah menjadi juara nasional dan juara dua. Kafilah Kepri menjadi salah satu yang dipertimbangan provinsi lainnya di Indonesia saat MTQ nasional. Itu juga atas penilaian yang objektif, tidak berpihak dan profesional dari dewan juri di Kepri. Meski demikian, kemampuan dewan juri Kepri harus terus di-up grade dan ditingkatkan lagi.

Kemudian, pihaknya sengaja mendatangkan pengajar dari Kuala Lumpur agar dewan wasit benar-benar bisa menjatuhkan pilihan kepada peserta yang memang layak juara, bukan karena berpihak.

”Karena qari-qariah dari Kepri banyak yang juara nasional dan menjadi utusan Indonesia untuk lomba tingkat dunia. Mereka perlu mengetahui seperti apa penilaian di MTQ tingkat dunia nanti,” ungkapnya lagi.

Untuk itu, semua ini dilakukan demi meningkatkan prestasi anak-anak Kepri baik tingkat nasional maupun internasional.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here