Fasilitas Disabilitas di Tambelan Belum Terpenuhi

0
129
SEORANG penyandang disabilitas di Tambelan mengikuti sosialiasasi oleh FKKAD, baru-baru ini f-istimewa

BINTAN – Forum Komunikasi Keluarga Anak Disabilitas (FKKAD) Bintan menemukan, jumlah penyandang disabilitas (cacat) di pulau-pulau teluar Kabupaten Bintan bertambah. Seperti di Tambelan saat ini, mencapai 45 orang. Sementara, fasilitas untuk disabilitas itu belum terpenuhi.

Kenaikan jumlah itu didapati FKKAD Bintan, setelah melakukan sosialisasi program kesejahteraan sosial penyandang disabilitas, baru-baru ini. Muhammad Jamil selaku penanggung jawab program kesejahteraan sosial FKKAD Bintan menyebutkan, penambahan jumlah disabilitas di Tambelan itu, sebanyak 10 orang.

”Rabu (24/7) lalu, kami gelar sosialisasi di Tambelan. Setelah dilakukan survei dan pendataan ulang, jumlah penyandang disablitas di pulau ini bertambah dari 35 orang di tahun lalu, menjadi 45 orang saat ini,” sebut Jamil, Senin (29/7) kemarin.

Sosialisasi itu bertujuan agar penyandang disabilitas dapat berperan dan berfungsi layaknya manusia pada umumnya. Memiliki rasa optimis serta mampu menggali minat dan bakat, sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Sehingga dapat terus berkembang.

”Agar mereka terdorong dan mampu mengubah hidupnya sendiri. Visi dan misi kami juga ingin mewujudkan kesetaraan, dan kemandirian sosial bagi penyandang disabilitas di masyarakat,” katanya.

Penyelenggarakan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas harus sesuai dengan standar yang berlaku. Diantaranya meningktkan SDM penyandang disabilitas netra, meningkatkan profesionalisme pekerja sosial dalam merehabilitasi sosial penyandang disabilitas, memenuhi sarana dan prasarana penunjang kegiatan panti sesuai dengan standar, dan pemberdayaan kepedulian masyarakat terhadp penyandang disabilitas.

”Kami harapkan pemerintah turut serta memberdayakan penyandang disabilitas. Salah satunya memfasilitasi mereka untuk kehidupan mandiri melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) atau Kelompok Usaha Bersama (Kube),” jelasnya.

Kabid Rehabilitas Sosial (Rehsos) Dinas Sosial (Dinsos) Bintan, Syafnur mengatakan, pendataan secara keseluruhan masalah kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Bintan cukup banyak. Khususnya tentang disabilitas atau ketidakmampuan pada hal-hal tertentu.

”Ini akan tetap menjadi perhatian Pemkab Bintan,” sebutnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here