Februari, Impor Kepri Menurun

0
512
PETI KEMAS ditumpuk di Pelabuhan Kijang, salah satu pelabuhan ekspor-impor di Pulau Bintan.f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Nilai impor Provinsi Kepulauan Riau Februari 2018 mencapai US$847,52 juta terdiri dari impor migas sebesar US$123,96 juta dan impor nonmigas sebesar US$723,55 juta.

Nilai impor Kepri pada Februari 2018 mengalami penurunan sebesar 17,30 persen dibanding Januari 2018. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri, Panusunan Siregar menjelaskan, penurunan nilai impor tersebut disebabkan oleh penurunan nilai impor sektor migas sebesar 48,53 persen dan sektor non migas sebesar 7,71 persen.

Peran impor terbesar di Provinsi Kepri pada bulan Februari 2018 adalah hasil industri manufaktur dengan nilai impor sebesar US$708,44 juta dan memiliki peran 78,92 persen dari total nilai impor.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, impor Provinsi Kepulauan Riau mengalami kenaikan sebesar 25,78 persen, yaitu dari US$673,79 juta menjadi US$847,52 juta. Kenaikan nilai impor Februari 2018 dibanding Februari 2017 disebabkan oleh naiknya impor sektor non migas sebesar 57,18 persen.

Baca Juga :  Pegiat Seni Diminta Tampil di Festival Padang Melang

Golongan barang impor nonmigas (HS 2 digit) utama Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki nilai impor terbesar selama Januari-Februari 2018 adalah mesin/peralatan listrik (HS 85), yaitu sebesar US$538,07 juta atau 35,69 persen dari total impor nonmigas.

Golongan barang impor nonmigas Provinsi Kepulauan Riau berikutnya yang mempunyai peran cukup besar adalah golongan barang mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) dengan nilai US$167,27 juta dengan peranannya sebesar 11,10 persen; benda-benda dari besi dan baja (HS 73) dengan nilai US$125,62 juta (8,33 persen).

Plastik dan barang dari plastik (HS 39) dengan nilai US$97,60 juta (6,47 persen); kapal laut (HS 89) dengan nilai US$69,51 juta (4,61 persen); besi dan baja (HS 72) dengan nilai US$64,35 juta (4,27 persen); alumunium (HS 76) dengan nilai US$37,64 juta (2,50 persen).

Baca Juga :  Banyak Tunggakan Pajak Tak Tertagih

Minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian (HS 33) dengan nilai US$27,66 juta (1,83 persen); kapal terbang dan bagiannya (HS 88) dengan nilai US$26,10 juta (1,73 persen); dan kokoa/coklat (HS 18) dengan nilai US$25,08 juta (1,66 persen).

Impor Provinsi Kepulauan Riau bulan Februari 2018 yang terbesar berasal dari Singapura yang mencapai nilai US$248,38 juta dengan peranan sebesar 32,54 persen.

Impor dari negara Singapura pada bulan Februari 2018 mengalami penurunan sebesar 31,19 persen dibanding nilai impor bulan sebelumnya. Impor dari Singapura pada Februari 2018 mengalami kenaikan dibanding keadaan Februari 2017, yaitu sebesar 16,49 persen.

Negara-negara pemasok barang impor ke Provinsi Kepulauan Riau lainnya bulan Februari 2018 yang mempunyai peran cukup besar antara lain: Tiongkok dengan nilai impor sebesar US$173,36 juta.

Baca Juga :  Menhub Minta Pelni Ujicoba Pelabuhan Letung

Jepang sebesar US$100,39 juta; Malaysia sebesar US$80,44 juta; Inggris sebesar US$39,86 juta; Amerika Serikat sebesar US$24,10 juta; Jerman sebesar US$22,00 juta; Perancis sebesar US$11,76 juta; Belanda sebesar US$2,50 juta; dan Uni Emirat Arab sebesar US$0,44 juta.

Impor Provinsi Kepulauan Riau selama bulan Januari-Februari 2018 dengan nilai terbesar dari negara Singapura yaitu mencapai US$609,33 juta dengan peranan sebesar 32,54 persen.

Impor dari Singapura pada Januari-Februari 2018 mengalami kenaikan dibanding keadaan Januari-Februari 2017, yaitu sebesar 43,42 persen. Impor kumulatif Provinsi Kepri pada Januari-Februari 2018 jika dibanding Januari-Februari 2017 yang mengalami kenaikan adalah yang berasal dari negara Belanda (1.294,85 persen). (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here