Februari, Nilai Ekspor Kepri Membaik

0
447
KONTAINER menumpuk di Pelabuhan Kijang dan siap untuk diekspor.f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat, kegiatan ekspor Provinsi Kepri pada Februari 2018 membaik dibanding Januari 2018 yang naik sebesar 3,83 persen, yaitu dari US$1.022,54 juta menjadi US$1.061,67 juta.

Kenaikan nilai ekspor Februari 2018 disebabkan oleh naiknya ekspor sektor migas sebesar 16,31 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2017, ekspor Kepri mengalami kenaikan sebesar 17,96 persen, yaitu dari US$900,00 juta menjadi US$1.061,67 juta.

Kepala BPS Provinsi Kepri Panusunan Siregar, menyampaikan, kenaikan nilai ekspor Februari 2018 dibanding Februari 2017 disebabkan oleh kenaikan ekspor sektor migas sebesar 87,73 persen.

Baca Juga :  Geopark Natuna Bakal Terkendala Kewenangan Wilayah

Total ekspor kumulatif bulan Januari-Februari 2018 Provinsi Kepulauan Riau adalah sebesar US$2.084,20 juta. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Februari 2017 mengalami kenaikan sebesar 8,39 persen, yaitu dari US$1.922,79 juta menjadi US$2.084,20 juta.

Naiknya nilai ekspor Januari-Februari 2018 disebabkan oleh naiknya ekspor kumulatif migas sebesar 44,57 persen. Selama Januari-Februari 2018 komoditas ekspor nonmigas Kepri yang nilai ekspornya terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) yaitu sebesar US$410,74 juta, dengan peran sebesar 30,23 persen.

Golongan barang berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Kepri selama bulan Januari-Februari 2018 adalah mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$174,11 juta (12,82 persen).

Baca Juga :  Ada Pria yang Sekamar dengan Tiga Cewek

Minyak dan lemak hewan/nabati (HS 15) sebesar US$153,92 juta (11,33 persen); benda-benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar US$67,38 juta (4,96 persen); berbagai produk kimia (HS 38)sebesar US$67,36 juta (4,96 persen); perangkat optik (HS 90)sebesar US$44,77 juta (3,30 persen); kokoa/cokelat (HS 18) sebesar US$42,50 juta (3,13 persen); Timah (HS 80) sebesar US$34,03 juta (2,51 persen); minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian (HS 33) sebesar US$28,94 juta (2,13 persen). (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here