Fenomena Vespa Tua

0
92
Moh. Arvin Junyarto

Oleh: Moh. Arvin Junyarto
Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang

Industri otomotif kini berkembang pesat. Makin banyak produk yang dikeluarkan, baik mobil atau motor. Setiap produk otomotif, selalu punya komunitas yang beranggotakan beberapa pemilik tipe mobil atau motor tersebut. Biasanya, anggota club bukan hanya sebatas pemilik, mereka juga orang-orang yang excited dan antusias dengan tipe mobil atau motor yang mereka miliki.

Pada komunitas sepeda motor misalnya, ada banyak club, seperti motor gede (moge), vixion, honda CB dan ada juga komunitas vespa. Vespa merupakan komunitas besar di Indonesia. Dunia vespa itu sederhana walaupun hanya besi tua dan sebagian pemiliknya menyebut sebagai si ronsok nan acap mogok.

Dunia vespa itu menyenangkan bagi penghobinya. Pemilik vespa diajarkan kebaikan, kejujuran, kerjasama. Mereka senang disebut generasi mesin kanan. Bervespa itu mengasikkan, namun sebagian orang menilai itu membuang waktu dan menghabiskan uang.

Namun, semua itu terancam sirna karena adanya perbedaan antara mereka dan saya membuat saya dan scooterist lain bingung harus berpihak kemana di sini teman disana saudara walaupun demikian negaraku sedang maraknya bervespa di berbagai daerah dan di dunia. Terkhususnya negaraku Indonesia, vespa diminati oleh berbagai kalangan baik itu pria, wanita, baik bapak-bapak, ibu-ibu, orangtua ataupun generasi muda. Padahal, dulu besi tua ini tidak banyak digandrungi. Hal tersebut dirasakan sebagai peluang oleh PT Piaggio. Perusahaan asal Italia ini melihat bahwa sebenarnya generasi muda Indonesia memiliki potensi dengan vespa, entah akibat bentuk atau filosofinya itu sendiri, sementara itu dari mantan wartawan dan pengamat sepakbola yang lama tinggal di Italia, Rayana Djakasuriya, menyebut banyak orang Italia yang mengagumi orang Indonesia dalam merawat dan memodifikasi vespa, yang asalnya dari Italia itu.

Orang-orang Italia mengetahui persis kalau vespa bisa menjadi unik dan lebih menarik setelah dimodifikasi oleh orang Indonesia. Bahkan, ada beberapa warga Italia datang ke Indonesia hanya untuk mencari vespa tua dan onderdil aslinya, karena di negara mereka sudah sangat langka.

Siapasih yang enggak mau tampil keren sekaligus jadi pusat perhatian? Nah, biar keinginan itu tercapai, salah satu caranya adalah naik motor kece yang bukan berbahan plastik semacam buatan Jepang. Pilihan paling tepat adalah vespa. Kalau naik motor asal Italia ini, pengendaranya bakal jadi pusat perhatian kaum hawa. Kok bisa?

Soalnya, naik vespa itu menjadi terlihat keren dan eksotik. Pengendaranya bakal merasakan hal yang berbeda dari yang lain. Itu karena vespa punya desain vintage yang jadi ciri khasnya. Bentuk bodinya yang unik seperti bebek dan ukurannya yang lebar bisa diwarnai dengan cat warna-warni sesuai dengan kreasi.

Kalau Anda mengajak pacar jalan-jalan pakai vespa, umumnya cewek idaman akan langsung manggut-manggut menyetujui ajakan anda.

Jika dipandang dari sisi keamanan dan kenyamanannya serta keselamatan, vespa cendrung lebih tepat. Vespa bikin keselamatan kamu lebih terjamin di jalan raya. Bahan dasar vespa adalah pelat baja. Ditambah dengan bentuk bodi bagian samping yang bulat dan lebar membuat pengendaranya lebih terlindungi saat jatuh di jalan. Selain itu, ketika mengendarai vespa yang unik, pasti anda tak akan kebut-kebutan. Ya, untuk apa kebut-kebutan meski vespa bisa juga dibawa ngebut. Tapi para pengguna vespa ngaku kalau mereka lebih nyaman berkendaraan dengan kecepatan sedang.

Soalnya, orang-orang jadi bisa lebih lama merperhatikan motor anda yang unik. Apalagi, kalau sambil boncengan cewek idaman, akan lebih romantis rasanya saat dibawa dengan pelan. Vespa juga bikin pengendaranya menjadi banyak teman karena selalu menjadi pusat perhatian, termasuk sesama pengendara vespa. Inilah yang membuat kendaraan sepeda motor tua ini memiliki komunitas yang anggotanya ada dimana-mana. Kalau naik vespa, teman akan terus bertambah dan semakin banyak meski dalam waktu yang singkat.

Apalagi, penghobi motor vespa dikenal memiliki punya jiwa solidaritas yang tinggi, hingga orang lain selalu menganggap pemilik vespa sebagai teman bahkan sahabat. Jadi, kamu yang baru punya vespa, tak usah curiga atau merasa ada yang aneh kalau di jalan tiba-tiba ada pengendara vespa lain yang nyapa atau ngebantuin kalau ada masalah di jalan.

Saling tolong menolong ini sudah sangat lumrah bagi pemilik vespa. Setiap menemukan sesama pembawa vespa ketimpa kemalangan di jalan, bantuan selalu datang dengan cepat. Dan itu udah menjadi budaya bagi para pengendara vespa. Dan sadar atau tidak, kita akan jadi seorang makhluk sosial senang dengan kebersamaan.

Yang tak kalah menariknya, pemilik vespa itu umumnya romantis. Sebenarnya, motor dengan tenaga 2-stroke ini punya tarikan yang lumayan berasa. Jadi, ketika boncengan, pastikan yang bonceng sudah siap dengan posisinya. Kalau belum tapi tapi udah tancap gas, bisa-bisa yang bonceng terpental ke belakang. Oleh karena itu, ini jadi ajang latihan buat sadar dengan kebutuhan cewek.

Penghobi vespa juga dituntut untuk mandiri. Saat pengendara vespa kejebak mogok atau ban bocor, atau masalah lain dan tidak ada orang lain yang menolong, di situ kemahiran dan kemandirian p-engendara vespa diuji.

Motor berat itu tidak mungkin mampu didorong sendiri menuju bengkel. Bobotnya saja lebih dari 105 kg. Nah, solusinya, berusahalah untuk ngasah kemampuan menjadi montir dan memperbaiki sendiri. Selain itu, pengendara vespa juga terkenal sabar. Saat jalan raya sedang macet, pengendaranya harus sabar dengan terus menahan handle kopling. Itulah salah satu yang melatih kesabaran pengendara vespa. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here