Festival Penyengat Dimeriahkan 15 Lomba

0
60
Lomba pukul bantal di FPP tahun lalu cukup meriah dan arena dipadati para pengunjung. F-istimewa

PENYENGAT – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang telah siap menggelar Festival Pulau Penyengat (FPP) 2018. Rencanananya akan digelar 14-18 Februari mendatang di Pulau Penyengat.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disparbud) Kota Tanjungpinang, Reni Yusneli, optimis bahwa Festival Pulau Penyengat bisa menjaring turis mancanegara di wilayah perbatasan.

Pulau Penyengat tak berada jauh dengan negara Malaysia dan Singapura. Kedekatan budaya Melayu diharapkan bisa menjadi magnet kedatangan mereka yang tinggal di perbatasan.

Dari sekian banyaknya kegiatan, lanjut Reni, ada tiga acara unggulan yang akan menjadi atraksi paling menarik. ”Tiga acara unggulan ini yaitu lomba Fashion Carnaval, lomba sampan dayung juga Bazar kuliner Melayu,” kata Reni, kemarin.

Sambung dia, selama lima hari penggelaran FPP, turis yang datang bisa menikmati lebih dari 15 kegiatan seni budaya di sana. Seperti lomba dayung sampan, lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, dan lomba becak motor hias.

Kata Reni, Pulau Penyengat memang menarik untuk dikunjungi. Turis yang menggemari wisata alam sekaligus sejarah pasti betah berada di sini. Pulau ini menjadi salah satu kebanggaan Tanjungpinang karena kaya situs bersejarah peninggalan Kerajaan Riau. Pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Penyengat Indra Sakti atau Pulau Penyengat Mas Kawin dan pernah menjadi pusat Kerajaan Riau-Lingga.

Berdasarkan sejarah, pulau ini merupakan tempat pertahanan Raja Kecil melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau pada tahun 1719. Kemudian, sejumlah benteng pertahanan dibangun pada tahun 1782-1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda. Masjid Sultan Riau berdiri sejak tahun 1832 di Pulau Penyengat. Konon, masjid tersebut dibangun dengan campuran putih telur sebagai penganti semen. Tak jauh dari masjid ini, ada komplek makam Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdurrahman, Gedung Mesiu, serta Istana Kantor yang menjadi bangunan tempat tinggal raja pada tahun 1844-1857.

Dari Tanjungpinang, Pulau Penyengat bisa dijangkau dengan menumpangi kapal. Durasi perjalanannya sekitar 15 menit dengan tarif Rp7.000 per orang. ”Karena FPP hanya satu kali setahun, ya kita ajak warga Tanjungpinang dan Kepri untuk sama-sama hadir menyaksikan perlombaan yang digelar,” tegasnya.

Masih kata Reni, mantan Plt Sekdaprov Kepri, bagi pengunjung yang hadir di Tanjungpinang, banyak lokasi yang bisa dikunjungi, termasuk Disparbud telah membuat tempat untuk selfie dengan latarbelakang cukup indah. ”Kemarin (Jumat), kami bersama staf melakukan goro sambut FPP,” ujarnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here