Fiber Ikan Bikin Semak Pasar Bincen

0
836

TANJUNGPINANG – Belasan peti ikan berbahan fiber dikeluhkan pengunjung karena berada ditengah jalan Pasar Bestari Bintancentre (Bincen) Tanjungpinang, Kamis (18/5).

Peti ikan berwarna-warni itu dinilai telah mengambil hak pejalan kaki yang berkunjung ke Pasar yang belanja Sayur-mayur, ikan segar, ayam potong hingga daging sapi dan bumbu dapur.
Eko salah satunya pengujung menuturkan keberatan dengan adanya peti fiber tersebut.

”Seharunya tak boleh diletakkan di tengah jalan seperti inilah. Mengganggu pengunjung yang hendak melintasi jalan ini,” kata Eko kepada Tanjungpinang Pos, saat sedang belanja di Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang.

Sebenarnya, kata Eko, peti ikan ini harus berada di meja masing-masing penjual ikan tersebut. Bukan peti ikan ini diletakkan di tengah jalan seperti ini.

Ini mengganggu pengunjung yang hendak menuju dari meja satu ke meja penjual lainnya. Misalnya, seperti dirinya dari meja penjual ikan segar menuju ke ayam potong.

Dia berharap, pemerintah maupun pengelola Pasar Bestari Bincen menertibkan fiber milik penjual ikan yang diletakkan ditengah jalan dalam pasar.

”Kita berharap peti ikan ditertib hingga diletakkan ditempat lain. Supaya tidak mengganggu akses pengunjung Pasar Bestari Bincen,” harap dia.

Keluhan ini juga datang dari Anton. Dia berharap, peti ikan ini untuk segera ditertibkan. Karena telah menutupi akses jalan pengunjung Pasar Bestari Bincen.

Informasi yang dihimpun oleh awak media ini, tak hanya menutupi akses jalan, tetapi air ikan yang keluar dari peti ikan membuat lantai jalan licin. Karena sudah banyak pengunjung yang menjadi korban terpleset di jalan tersebut.

”Sudah banyak masyarakat yang jatuh, disebabkan air yang keluar dari peti ikan. Kami sudah pernah tegur, tapi tidak juga digubris. Jadi, kami diam saja dan purak-purak tak tahu saja,” kata salah satu penjual yang enggan dituliskan namanya di koran harian ini.

Sudah sering memakan korban, dia berharap, pihak pengelola maupun pemerintah untuk mengambil tindakan tegas kepada pemilik peti ikan tersebut. Sehingga jangan sampai terjadi makan korban lagi.

”Kasihan orang sering jatuh. Sudahlah peti ikannya diletakkan ditengah jalan, makan korban pulak,” sebut dia.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama (Dirut) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana mengatakan, BUMD tidak memiliki hak untuk menegur hingga menertibkan pemilik peti ikan tersebut. Karena bukan wewenangnya BUMD.

”Yang punya hak dan wewenang untuk menengur hingga menertibkan itu adalah Pak Suryono. Karena pasar ini (Bestari Bincen, red) punya pak Suryono,” singkat Asep.

Kepala Pengelola Pasar Bestari Bincen, Dasmin mengatakan, pihaknya sudah sering menegur kepada pemilik peti ikan tersebut. Teguran yang dilontarkan tak hanya sekali saja, tetapi sudah berulang kali melakukan teguran kepada pemilik peti ikan tersebut.

”Mereka itu (pemilik peti ikan, red) bandel. Karena pedagang ikan itu tidak ambil tahu dan tidak mau dengar teguran kita. Dah capek kita tegur,” kata Dasmin saat dijumpai di kantornya berdekatan di Pasar Bestari Bincen.

Seharunya, kata dia, pedagang ikan itu harus membawa minimal 2 peti ikan saja ke pasar. Sehingga peti ikan tidak diletakkan di tengah jalan seperti saat ini.

”Kalau kita tegur, marah. Nanti lapor ke Pak Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah,” ucap dia.

Dia mengimbau, kepada pemilik peti ikan untuk segera menggeser peti ikan tersebut. Supaya tidak mengganggu akses jalan pengunjung yang sedang belanja di Pasar Bestari Bincen.

Salah satu pedagang yang enggan namanya dikorankan menuturkan, peti ikan diletakkan disitu karena tidak ada tempat tersedia. Jika meletakkan di bawah meja tidak semua bisa tertampung.

Sudah seharunya ada ares khusus disediakan tempat fiber. Dengan demikian memberikan rasa aman kepada pengujung dan pedagang. Sebab tak mungkin ikan diletakkan di rumah akan susah berjualan.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here