Film G30 S PKI di Era Kami

0
158
Rini Pratiwi,SPd.,M.MPd.

Oleh: Rini Pratiwi,SPd.,M.MPd.
Dosen STAI MU Tanjungpinang

Beberapa hari terakhir menjelang tanggal 30 September, Indonesia dihebohkan dengan beberapa pendapat tentang film sejarah 30 SPKI yang sejak zaman Reformasi, film itu tidak ditayangkan.

Adalah TV One yang mencantumkan tanda ekslusif menayangkan kembali film tersebut sejak lama tidak diputar dilayar kaca. Kembalinya film G 30 SPKI ke ranah konsumsi publik Indonesia menuai beberapa kritik. Walaupun ada pihak yang menang mendukung hal itu.

Bagi generasi yang lahir di tahun 1990 atau lebih dikenal generasi melenial, tentunya agak merasa asing dengan film sejarah yang mengisahkan tentang pemberontak PKI. Karena setelah lengsernya Presiden Soeharto, film tersebut tidak ditampilkan lagi di zaman zaman reformasi.

Alasannya, karena ada beberapa alur cerita yang tidak sesuai dengan sejarah sebenarnya. Juga beberapa peneliti LIPI tak menyetujui bahwa film itu merupakan satu-satunya acuan sejarah tentang G30S PKI yang da hulunya menjadi tontonan wajib bagi seluruh pelajar juga pegawai.

Pemutaran film G30SPKI atas gagasan Jenderal Gatot Nurmantio yang merasa bahwa sebagai anak bangsa tak boleh melupakan sejarah yang menjadi berharga bagi bangsa. Tentu ajakan itu sempat menjadi kontroversi.

Karena menurut Gatot, generasi melenial belum banyak yang tahu kisah pemberontakan PKI terhadap 7 Jenderal.

Tentunya sebagai generasi muda yang lahir era 90-an, yang tumbuh jauh dari tahun pemberontak PKI harus cermat dalam mencari literasi juga pemahaman tentang sejarah kemerdekaan dan sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Karena sampai detik inipun sebagai generasi penerus kemajuan bangsa, kita tetap harus berusaha menjaga kemerdekaan dengan cara mengabdi kepada Ibu Pertiwi dengan tanpa pamrih.

Generasi muda saat inilah ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan di tahun 1945 adalah pewaris kepemimpinan mendatang untuk semua lini. Baik itu pemerintah, DPRD, unit bisnis dan lain-lainnya.

Generasi muda zaman melenial yang harus memiliki pemikiran kreatif dan inovatif guna memajukan bangsa Indonesia dari semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Berikan aku 10 pemuda, maka akan ku cabut Semeru dari akarnya.” Nilai Filosofi ungkapan Sukarno, bapak pendiri bangsa itu menunjukkan pentingnya pemuda Indonesia dalam perjuagan merebut kemerdekaan. Yakni pemuda yang memiliki kemampuan dalam mengisi perjuangan pendahulunya. Bukan pemuda yang terlilit persoapan kegelapan.

Sukarno juga mengingatkan agar jangan melupakan sejarah. Karena dengan sejarah kita melihat masa lalu untuk menghadapi masa depan yang cemerlang. Bagaimana kita akan menjadi pengisi pembangunan yang baik ketika kita lupa akan nilai-nilai heroik perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

Ya, generasi melenial sekarang adalah penerus pembangunan yang harus disiapkan dengan sebaik baiknya di bidang pendidikan. Sehingga mereka tidak menjadi penonton di tanah airnya sendiri. Tantangan revolusi industri 4.0 membuat pemuda pemuda Indonesia yang nantinya akan meyakan Sumpah Pemuda harus mempersiapkan diri sebaik baiknya.

Dan akhirnya film 30 SPKI itu menampilkan kekejaman pemberontak. Pesan sejarah yang harus diwaspadai pemuda sebagai generasi penerus. Juga kita harus tahu betul sebagai generasi muda alur sejarahnya dengan jernih. Biarlah para ahli sejarah meluruskan kejadian pahit itu sebagai bekal untuk menatap masa depan bangsa yang tak boleh terulang. ”Sejarah sebenarnya tak mampu menyusun peta waktu, sebagaimana geografi tak bisa menyusun peta bumi dan penghuni,” kata tokoh pers Indonesia Goenawan Mohamad.*** 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here