FKIP UMRAH Gelar Seminar Fungsi Kemahasiswaan

0
616
MELANTIK: Ketua HMI Tanjungpinang Ardianyah beserta pengurus dilantik. f-FITRIYANI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Nilai-milai kemahasiswa sekarang luntur dalam perkembangan NKRI. idak terasa kehadirannya karena banyak yang apatis dan hedonisme. Hal ini dikatakan Dekan FKIP UMRAH, Bismar saat menjadi narasumber di acara seminar umum bertema ”Lunturnya nilai-nilai kemahasiswaan dalam perkembangan NKRI.

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kerja Latihan (BLK) Batu 8 Atas, disejalankan dengan Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fisip Umrah, Kamis malam (23/11).

Jika dibandingkan dulu, banyak gerakan-gerakan momentum besar yang dipelopori mahasiswa. Seperti 1928 yang dari kalangan pemuda, lahirnya Sumpah Pemuda. Di tahun 1966 terkait Tritura dan kisah heroik mahasiswa pada masa 1928, 1945 dan G30SPKI.

Menurutnya, gerakan mahasiswa yang luntur terjadi karena empat hal. Pertama, mahasiswa sekarang tidak tahu siapa musuhnya dan apa yang harus diperjuangkan.

Tidak memahami posisinya, mahasiswa tapi ikut partai-partai politik atau bahkan tak mengetahui jati dirinya.

Ketiga, mahasiswa kurang peka dan bahkan tidak sadar mahasiswa kurang peka dan bahkan tidak sadar ada permainan oknum-oknum cerdik yang sedang berkuasa.

Terakhir, pola gerakan yang berubah. Jika dulu demo ngumpul bersama, sekarang mengkritik perorangan karena adanya media sosial,” terangnya.

Kasi Kepemimpinan Pemuda Dispora Kepri, Murdani Hadinata mengatakan, sikap dan prinsip mahasiswa harus kembali kepada era dulu. Khususnya dalam konsep praktik, bukan hanya konsep teoritis saja. Program pemerintah itu sudah jelas, dalam pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, mahasiswa memiliki peranan. Pemuda yang mengikuti organisasi harus mampu mengubah kebijakan kearah yang lebih baik.

Tentu tidak hanya menjadi aktivis-aktivis mengkritik tapi juga bisa bersama mencari solusi atas persoalan.

Kegiatan ini dihadiri dari berbagai organisasi kemahasiswaan internal Kampus UMRAH dan eksternal.

Dari internal mulai dari anggota dan pengurus BEM, DLM dan Hima. Organisasi kemahasiswaan eksternal seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Kesatuan Suara Mahasiswa (Kusuma), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Serta Organisasi Kedaerahan seperti Himpunan Mahasiswa Tanjung Balai (HMTB), Ikatan Mahasiswa Kabupaten Karimun (IMKK). Himpunan Mahasiswan Kota Batam (HMKB), dan Himpunan Mahasiswa Kecamatan Buru (HMKB). (fitriyani/artika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here