FKIP UMRAH Sosialisasi Pendidikan Karakter

0
147
Warga Kelurahan Senggarang berfoto bersama civitas akademika FKIP UMRAH. F-istimewa/FKIP UMRAH

TANJUNGPINANG – Masyarakat Senggarang mendapatkan pengetahuan cara mendidik anak agar punya nilai karakter dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digagas civitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (FKIP UMRAH) Tanjungpinang.

Kegiatan semacam ini jadi penting dilakukan mengingat semakin mirisnya karakter anak-anak Indonesia. ”Contoh nyata yang diberitakan oleh media elektronik adalah tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anak kepada sesama anak-anak dalam berbagai bentuk tindakan kriminal,” kata Dekan FKIP UMRAH Tanjungpinang, Abdul Malik.

Sebenarnya, sambung Malik, masalah ini adalah masalah bersama. Karena itu pihaknya mengapresiasi sambutan baik dari Lurah Senggarang, Iman Syatria yang mengupayakan kediaman Ketua RT 004/RW 004 dijadikan sebagai lokasi kegiatan.

Pada kesempatan itu, Malik menegaskan bahwasanya pendidikan karakter harus disesuaikan dengan kondisi sosial budaya daerah tersebut. ”Oleh karena itu, perlu ada unsur budaya Melayu sebagai bahan pendidikan karakter dalam mendidik anak-anak,” terangnya.

Hal itu bisa tercermin lewat lagu mengulik untuk mendodoikan anak-anak, pantun, syair, gurindam, cerita rakyat, petatah-petitih, tarian tradisional, hingga panggung teater tradisional. Ketika mendodoikan anak, sambung Malik, terdapat unsur-unsur nilai karakter yang bisa dimasukkan agar anak mendaptkan pesan moral sebelum tidur.

”Tatkala, dongeng sebelum tidur sangat efektif untuk menumbuh-kembangkan dan menanam nilai karakter yang sudah jarang atau tidak pernah lagi dilakukan oleh orang tua hari ini,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri kegitan tersebut, tim pengabdian kembali berpesan kepada warga Senggarang di lingkungan keluarga untuk memulai dan menghidupkan lagi gairah dongeng sebelum tidur dan melakukan apa yang pernah orang-orang tua kita dulu lakukan. ”Tujuannya agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam unsur budaya Melayu tertanam dalam sanubari anak-anak demi menjadi pribadi yang bernilai dan bermartabat,” pungkas Malik. (tih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here