FKPT Kepri Gelar Pelatihan Literasi

0
118
Pengurus FKPT Kepri saat mengikuti acara beberapa waktu lalu. f-istimewa

BATAM – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepri bakal menggelar pelatihan literasi digital di Harmoni one, Batamcenter, pekan depan. Menurut Ketua FKPT Kepri, Reni Yusneli, pelatihan literasi digital sangat dibutuhkan agar semangat menulis tetap tinggi dan menghindari penulisan yang bersifat menghasut, hoaks yang bisa berdampak buruk bagi penulis maupun bagi orang lain.

“Untuk program pelatihan literasi digital ini, pesertanya dari perwakilan-perwakilan mahasiswa dari beberapa yang ada di Batam. Kita memilih literasi digital, karena ada pergeseran tren media menjadi media digital saat ini,” ucap Reni yang juga Kadis Pariwisata Kota Tanjungpinang ini.

Selain itu, sambung Reni, terorisme saat ini juga sudah menggunakan internet sebagai sarana aksi, yaitu menyebarluaskan dampak ke masyarakat luas. Internet juga menjadi sarana terorisme model baru, baik metode perekrutan pelakunya. “Ini terbukti dari penyelidikan Badan nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),” sebutnya.

Menurut Reni BNPT merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang diamanatkan menangani terorisme, memandang penting aspek pencegahan yang bersifat lunak dalam upaya mewaspadai berkembangnya radikalisme dan terorisme yang membajak kepercayaan tertentu di masyarakat. Agar upaya dan program BNPT berjalan lebih efektif, hingga di setiap provinsi dibentuklah FKPT sebagai perpanjangan tangan BNPT di setiap provinsi di Indonesia.

Disinggung Reni pula, Literasi Digital yang akan dilakukan pekan depan sebagai salah satu kegiatan FKPT di seluruh Indonesia yang diyakini menjadi salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan daya tangkal masyarakat, khususnya generasi muda dalam menolak ajaran dan ajakan kekerasan yang diinisiasi kelompok radikal terorisme.

Tujuan lainnya, sambungnya, sebagai upaya FKPT memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya peran media massa pers dan sosial media dalam upaya pencegahan terorisme, serta memberikan pemahaman mengenai dampak negatif internet sebagai salah satu sarana penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme.

”Program ini juga sebagai upaya meningkatkan sinergi antara FKPT sebagai bagian terdepan di masyarakat dalam upaya pencegahan terorisme dengan media massa dan media sosial. Tema yang kita ambil yakni saring sebelum sharing,” sebutnya.

Namun yang terpenting lagi, sambungnya, kegiatan ini sebagai upaya mendorong pengguna internet, agar mampu menimbulkan daya cegah dan tangkal terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme.

Untuk acaranya sendiri, selain materi pemahaman untuk aktivis pers kampus, juga ada pelatihan pembuatan konten positif di dunia maya. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here