Fokus Bangun Sekolah di Tanjungpinang Timur

0
452
Simon Awantoko saat berkunjung ke SDN 004 Tanjungpinang. f-martunas/tanjungpinang pos.

TANJUNGPINANG – Seiring dengan cepatnya pembangunan perumahan di daerah Kecamatan Tanjungpinang Timur, pergeseran penduduk juga cukup tinggi di daerah berkembang tersebut. Akibatnya, keperluan infrastruktur juga tinggi termasuk kebutuhan sekolah. Bertahun-tahun terjadi, kekurangan sekolah di Tanjungpinang Timur belum bisa diatasi.

Anggaran daerah yang selalu defisit menjadi kendala untuk membangun sekolah di daerah ini. Karena itu, Pemko Tanjungpinang atau Dinas Pendidikan harus gencar mencari bantuan baik ke Pemprov Kepri maupun ke pusat.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Simon Awantoko mengatakan, saat ini, dari empat kecamatan di Kota Tanjungpinang, kebutuhan sekolah paling minim di Kecamatan Tanjungpinang Timur. Sedangkan tiga kecamatan lainnya karena merupakan kota lama dan pembangunan sekolah sudah lama dilakukan, untuk saat ini keperluan sekolah baru tidak mendesak lagi.

Memang, kata Simon, kebutuhan sekolah itu tidak pernah berhenti. Selalu ada saja yang diperlukan. Jika dilihat dari kebutuhan yang diperlukan, maka unit sekolah baru paling mendesak untuk dibangun di Tanjungpinang Timur.

”Di kecamatan lain tetap butuh, namun tidak krusial. Kebutuhan-kebutuhan sekolah di tiga kecamatan lain seperti rehab, paving blok, perbaikan meja, kursi dan lainnya. Kalau di Tanjungpinang Timur, sekolah baru yang harus dibangun,” ujar Simon Awantoko saat jam istirahat Musrenbang Kota Tanjungpinang, kemarin.

Ia mengatakan, di Tanjungpinang Timur, banyak sekolah yang harus menampung siswanya dalam jumlah yang banyak dan di luar standar. Hal itu karena siswa harus menumpuk akibat kekurangan sekolah.

Sekolah-sekolah banyak juga yang melakukan jam belajar secara bergantian (shift) masuk pagi pulang siang dan masuk siang pulang sore. Kemudian, persoalan lain yang dialami bidang pendidikan di kota ini adalah kekurangan guru. Namun, ada juga guru yang menumpuk di satu sekolah dan tidak mau pindah ke daerah pinggiran.

Padahal, seorang pegawai negeri itu harus siap ditempatkan di mana saja. ”Yang sudah tua dan mau pensiun tak usahlah ditempatkan jauh-jauh. Buat aja dekat tempat tinggalnya,” harapnya.

Ada juga satu sekolah yang gurunya adalah guru-guru terbaik. Harusnya, guru-guru terbaik dibagi ke sekolah-sekolah lain. Dengan demikian, bisa meratakan kualitas pendidikan di berbagai sekolah.

Jika guru-guru terbaik dikumpulkan di satu sekolah, yang terjadi adalah perbedaan kualitas anak didik yang diluluskannya nanti. Kejadian seperti ini bisa juga menimbulkan kesulitan ke pihak sekolah karena orangtua akan menyerbu sekolah itu
Ditambahkannya, untuk mengatasi kekurangan sekolah di Tanjungpinang Timur, maka Pemko bisa menyelesaikannya asalkan fokus melakukan pembangunan selama tiga tahun.

Kata Simon, saat ini dan tahun depan akan ada juga pembangunan sekolah di Tanjungpinang Timur. Kemungkinan, persoalan kebutuhan sekolah di daerah itu belum tuntas. Namun, setidaknya sudah mengurangi. Ke depan, pembangunan sekolah harus dilakukan merata sesuai kebutuhan di daerah itu masing-masing.

Jika memang Tanjungpinang Timur masih terus berkembang jadi pusat pemukiman baru, maka kebutuhan sekolah dan infrastuktur lain pasti harus dibangun juga.
Sebab, butuh sekolah lagi untuk anak-anak yang tinggal di sana. Apalagi saat ini, hampir 100 ribu penduduk Tanjungpinang urbanisasi ke Tanjungpinang Timur. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here