Forakka Jadi Solusi Persoalan Anak

0
535
UCAPKAN SELAMAT: Bupati Karimun Aunur Rafiq menyalami anggota sekaligus memberi selamat usai melantik 47 anak Kabupaten Karimun, Senin (1610). F-ALRION/TANJUNGPINANG POS

KARIMUN – BUPATI Karimun Aunur Rafiq mengukuhkan 47 pelajar, yang tergabung dalam wadah Forum Anak Kabupaten (Forakka) di Gedung Nasional, Senin (16/10).

Pelajar yang dilantik untuk Forakka periode 2017-2019 berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Karimun. Pengukuhan juga disejalankan dengan memperingati Hari Anak Nasional (HAN).

Bupati Aunur Rafiq mengatakan, keberadaan Forakka sangat dibutuhkan saat ini untuk memberikan kesempatan kepada para pelajar dalam berorganisasi.

”Anak-anakku sekalian, silahkan manfaatkan Forakka ini untuk berkreasi dan berkreativitas. Ingat, masa depan ditentukan mulai sekarang. Sebagai generasi penerus harus mampu mandiri, mengingat tantangan masa depan cukup berat,’’ ujar Rafiq.

Kepala Bidang Pemenuhan dan Perlindungan Hak anak Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinasdalduk PPA-KB) Khairita mengatakan, memperingati HAN walaupun sudah berlalu. Namun momen pelantikan Foraka sangat penting.

Peran Forakka dapat bermanfaat bagi anak-anak Karimun, sebagai wadah untuk membantu menyelesaikan persoalan anak di Karimun.

”Dengan tema perlindungan anak dimulai dari keluarga. Artinya, peranan keluarga sangat penting untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak. Sehingga, bisa memantau langsung pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial anak secara utuh,’’ jelas Khairita.

Ia menambahkan, apabila ada kasus maupun masalah terhadap anak bisa menghubungi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karimun secara online lewat telepon pintar melalui aplikasi media sosial seperti whatsApp, Facebook serta telepon.

Untuk pengaduan anak mulai usia 0 hingga 18 tahun. Dengan metode pengaduan yang disebut Cetar (cepat, tanggap) terhadap reaksi apapun terhadap anak)

”Jadi P2TP2A ini sebagai mitra kerja kita dalam perlindungan anak. Supaya bisa memanfaatkan metode pengaduan tersebut, agar bisa mencarikan solusi terhadap anak yang bermasalah,” ungkapnya.

Namun demikian, paling penting adalah peranan keluarga dalam memantau pertumbuhan anak itu. Sehingga, ketika ada sesuatu yang tidak lazim terhadap anak bisa diketahui secepatnya. Agar, bisa diketahui akar permasalahan terhadap anak itu. Sedangkan, pantauan dilapangan kegiatan tersebut diisi dengan berbagai atraksi yang ditampilkan oleh anak-anak pelajar.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here