Forphil Dukung Penolakan Investasi Sawit

0
479
Siswandi
Forum Pemuda Hinterland (Forphil) Kabupaten Lingga mendukung upaya Pemkab Lingga, yang menolak investasi perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Lingga Utara serta Lingga Timur oleh PT Citra Sugi Aditya (CSA).

LINGGA – Perkebunan kelapa sawit dinilai lebih banyak membawa mudarat, dari pada manfaat yang diperoleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

”Sesuai dengan Inpres Nomor 8 tahun 2018 tentang Moratorium Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit jelas Pemerintah Pusat, telah melarang investasi kelapa sawit karena lebih banyak membawa mudarat,” kata Ketua Forphil, Siswandi, kemarin.

Ia menjelaskan, pada diktum keempat poin kedua dalam Inpres tersebut sudah jelas ada pelarangan izin baru perkebunan kelapa sawit.

Kemudian, pada diktum kelima Menteri Dalam Negeri (Mendagri) juga diminta melakukan pembinaan serta pengawasan kepada gubernur dan bupati/walikota dalam pelaksanaan penundaan serta evaluasi perizinan kelapa sawit.

Baca Juga :  Polres dan FKUB Cegah Radikalisme

”Dalam hal ini kami mendukung Pemkab Lingga, yang melarang masuknya kembali investasi perkebunan kelapa sawit di Lingga,” sebutnya.

Siswandi mengaku, pihaknya telah menjaring aspirasi dari tingkat bawah terutama desa.

Hasil survei yang dilakukan hampir seluruh masyarakat desa, menolak perkebunan sawit tersebut.

”Kalau bercermin dari yang terjadi di Desa Linau, itu kan contoh dari investasi kelapa sawit. Buktinya sekarang apa yang didapat masyarakat, dan malah hutan kayunya habis. Terus terjadi pula kehilangan sertifikat tanah dan macam-macam hal lainnya,” imbuhnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta instansi terkait baik di pusat maupun di daerah agar tidak menerbitkan rekomendasi atau izin pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di bumi didaerah yang berjuluk Bunda Tanah Melayu.

Baca Juga :  Disdukcapil Raih Public Service Of The Year 2019

Hal ini berdasarkan terbitnya, Inores No 8 Tahun 2018 Tentang Moratorium Perkebunan Kelapa Sawit.

”Cerita soal perkebunan kelapa sawit sudah tamat di Kabupaten Lingga,” kata Bupati Lingga, H Alias Wello dengan tegas menyikapi menyikapi kegiatan konsultasi publik dan sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), atas rencana perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang dilaksanakan oleh PT Citra Sugi Aditya di Hotel Winner, Pancur, Lingga Utara, Minggu (2/12).

Awe sapaan akrab Alias Wello menjelaskan, konsultasi publik yang dilakukan Jumat (301/11) dan tidak perlu dilakukan.

Pasalnya, izin lokasi dan izin usaha perkebunan kelapa sawit seluas 10.759 hektare di Lingga Utara dan Lingga Timur sudah pernah diberikan kepada PT Citra Sugi Aditya melalui Keputusan Bupati Lingga Nomor : 160/KPTS/IV/2010, tanggal 26 April 2010.

Baca Juga :  UMK 2019 Diprediksi Naik Rp200 Ribu

Namun, kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga kepada PT Citra Sugi Aditya tersebut tidak dijalankan sesuai dengan tujuan pemberian izinnya. Bahkan, fakta yang ditemukan di lapangan bukan perkebunan kelapa sawit yang dibangun tetapi malah melakukan pertambangan pasir kuarsa.

”Bisa dibayangkan, sudah 8 tahun diberi kesempatan, tapi tak sejengkal tanah masyarakat pun yang dibebaskan dan ditanami kelapa sawit. Nah, sekarang mereka baru sibuk setelah lahannya sudah ditetapkan oleh BPN sebagai tanah terindikasi terlantar. Ini ada apa,” tegas Awe. (TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here