Gadaikan BPKB, Dapat Modal Usaha dari UMi

0
993
SUASANA nasabah di kantor Pegadaian Tanjungpinang, saat mengajukan peminjaman kredit UMi, kemarin. Untuk menambah modal bisa menggadaikan BPKB sepeda motor maupun mobil. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – KANTOR Pegadaian Tanjungpinang memiliki program kredit Ultra Mikro (UMi). Program yang baru berjalan tiga bulan (sejak November 2017) ini, menyediakan pinjaman modal usaha bagi pelaku usaha kecil menengah. Caranya, cukup menggadaikan BPKB.

Asisten Manager (Asmen) Mikro Area Batam berkedudukan di Pegadaian Tanjungpinang, Agung Maulana mengatakan, kredit Ultra Mikro (UMi) memberikan pinjaman uang untuk menambah modal usaha milik masyarakat, atau nasabah Pegadaian. Karena yang ingin ikut program kredit UMi harus memiliki usaha.

”Karena, memiliki usaha itu adalah syarat yang paling utama, dalam program kredit Ultra Mikro ini,” kata Agung, Senin (5/2) kemarin.

Agar yakin, masyarakat atau nasabah Pegadaian mesti memberikan foto atau gambar usahanya, serta melampirkan surat keterangan izin usaha dari intansi terkait. Dalam hal ini, cukup dari pihak kelurahan.

Syarat lainnya, kata Agung, mulai dari identitas diri nasabah Pegadaian atau masyarakat, seperti KTP. Kemudian, juga melampirkan fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) miliknya.

Apabila sudah memiliki dokumen tersebut, nasabah Pegadaian dan masyarakat bisa langsung mengajukan permohonan pembiayaan kredit UMi ke Kantor Pegadaian Tanjungpinang. Karena pengajuan dari masyarakat akan diproses oleh petugas Pegadaian. Pengajuan juga bisa disampaikan melalui Kantor Pegadaian Tanjungpinang Timur, kawasan Bintan Centre.

Nanti, petugas akan mengecek dokumen milik nasabah ke sistem. Apakah nasabah tersebut sudah pernah melakukan pinjaman melalui KUR dari mana saja.

Kalau belum, maka nasabah berhak mendapat pinjaman uang dari Pegadaian maksimal sebesar Rp 10 juta. Apabila sudah pernah dapat KUR, nasabah tidak bisa diberikan pinjaman, yang memiliki batas waktu pinjaman selama 3 tahun.

”Karena, dari Kementerian Keuangan, seorang pelaku usaha tidak boleh dua kali melakukan pinjaman modal tersebut,” tegas dia.

Masyarakat bakal mendapat hingga merasakan keuntungan dari program tersebut. Karena margin yang diberikan Pegadaian ke nasabah hanya sebesar 0,95 persen per bulan. Margin tersebut lebih rendah dibandingkan lainnya.

Keuntungan lainnya, nasabah yang sudah menerima uang pinjaman akan diberikan pendamping dari Pegadaian Tanjungpinang. Pendamping ini akan membantu masyarakat untuk menjalankan usaha yang dimiliki. Bisa jadi membantu promosikan mengemaskan hingga mempromosikan produk yang dijual masyarakat tersebut.

”Kita juga akan membantu pembukuannya. Supaya pembukuannya lebih tertata lagi. Ini tidak dikenakan biaya tambahan yang dikeluarkan masyarakat tersebut. Karena kita bantu secara gratis,” sebut dia. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here