Gaet Wisatawan Lewat Festival Imlek

0
560
Warga ramai menyaksikan Festival Imlek di Jalan Merdeka, Sabtu (24/2). f-raymon/tanjungpinang pos

Pergelaran Festival Imlek di Kota Lama berlangsung meriah. Acara ini digelar untuk menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

TANJUNGPINANG – Ini pertama kalinya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang menggelar Festival Imlek yang dipusatkan di Jalan Merdeka Kota Lama Tanjungpinang, Sabtu (24/2) malam.

Keragaman budaya tersaji menarik dalam festival Tahun Baru Cina di Kota Tanjungpinang, mulai reog, barongsai, pesta kembang api, kuda lumping, debus, dan atraksi drumben.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tanjungpinang, karena mengemas Festival Imlek begitu apik (bagus).

”Mudah-mudahan tahun depan gelaran Festival Imlek ini bisa lebih besar lagi. Ini kekayaan daerah yang selalu berdampingan di Kota Tanjungpinang. Festival ini juga, bisa menjadi objek wisata menarik bagi wisatawan, khususnya turis asal Cina,” ujarnya.

Asisten I Pemprov Kepri ini mengatakan, Tanjungpinang memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan wisata budaya. Karena sejak dulu, kegiatan budaya Cina ini, selalu ditonton masyarakat. Seperti pertunjukkan Wayang Cina, Tatung atau Louya. Namun, pertunjukan Wayang Cina, Tatung sudah jarang sekali kita temui di Kota Tanjungpinang. Untuk itu, ia berharap budaya lama tersebut bisa diangkat kembali.

”Saya ingin masyarakat bersama pemerintah membangun budaya dan adat di Kota Tanjungpinang. Budaya yang pernah hilang, dihidupkan lagi. Dengan begitu, kegiatan budaya tersebut, bisa kita jadikan agenda tahunan pariwisata,” tegasnnya.

Semetanra itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Reni Yusneli, menjelaskan Festival Imlek 2018 ini, merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan. Selain untuk mendatangkan wisatawan, festival ini juga, untuk menunjukkan keragaman budaya yang ada di Kota Tanjungpinang.

”Tanjungpinang kaya akan keberagaman budaya, agama, suku, dan kepercayaan. Meskipun penuh dengan keragaman budaya, masyarakatnya tetap bersatu dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” tukasnya.

Meski, baru pertama digelar, kata Reni Yesnuli, festival ini memberi pengaruh yang signifikan terhadap kunjungan wisatawan.

”Sejak pawai digelar sore tadi hingga malam ini, antusias masyarakat begitu tinggi, jadi tak perlu jauh-jauh ke Kota lain, jika ingin rayakan kemeriahan imlek, karena perayaan imlek Kota Tanjungpinang tak kalah meriah dengan berbagai pertunjukkan budaya, tradisi dan festival,” tegasnya. ”Semoga festival ini menjadi ikon baru untuk datangkan turis ke Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Tanjungpinang, Fredy, mengharapkan Festival Imlek ini, tidak hanya masuk dalam agenda Pemko Tanjungpinang, tetapi bisa masuk dalam agenda nasional.

”Festival ini menjadi ajang memupuk kebersamaan masyarakat di Kota Tanjungpinang walaupun dengan perbedaan budaya. Keragaman budaya inilah yang menjadi aset di Kota Tanjungpinang. Semoga situasi kondusif dan bersahabat yang telah terbina selama ini terus kita jaga bersama,” harapnya.(RAYMON-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here