Gagasan Nyat Kadir Bakal Jadi Undang Undang

0
867
Nyat Kadir (kanan) dan Amsakar Achmad.f-tarmizi/tanjungpinang pos

Tentang Pengendalian Harga Sembako

Batam – Spekulasi dan permainan harga sembilan bahan pokok (sembako) tidak lama lagi bakal teratasi, dengan disahkannya Undang Undangan (UU) Pengendalian Harga. Saat ini rancangan UU tersebut sedang digodok pihak Kementerian Perdagangan. Hal ini diungkapkan anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Nasdem, Dapil Kepri, Drs H Nyat Kadir didampingi Ketua DPD Partai Nasdem Batam yang juga Wawako Batam, Amsakar Achmad saat bincang-bincang bersama Tanjungpinang pos belum lama ini di Kedai Mak Syim, Kelurahan Tiban Indah, Batam.

Baca Juga :  Pusat Belum Putuskan Pengelola OSS

Mantan Walikota Batam itu menyebutkan, terkait UU pengendalian harga sembako itu, perlu segera dibuat dan disahkan.Sehingga tahun-tahun mendatang, terkait melonjakannya harga sembako pada momen-momen tertentu, seperti menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Tahun Baru dan waktu-waktu tertentu lainnya, yang disebabkan adanya permainan spekulan dan mafia-mafia yang bermain dibalik meroketnya harga sembako, diharapkan dapat teratasi.

Lebih jauh dijelaskan Nyat Kadir, gagasan perlunya dibuat UU tentang pengendalian harga sembako itu, merupakan usulannya yang disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI dengan kementrian dan BUMN terkait, yang dilangsungkan belum lama ini di Senayan Jakarta. Usulan yang disampaikan Nyat mendapat sambutan dari hampir seluruh anggota Komisi VI dan Kementrian serta BUMN terkait.

Baca Juga :  Pemko Sertifikasi Pemandu Wisata Selam

”Setelah RDP, Menteri Perdagangan menyatakan sesegeranya merampungkan draf RUU pengendalian harga tersebut, yang selanjutnya akan dibahas dengan komisi VI sebelum digulirkan ke rapat-rapat selanjutnya, termasuk dengan pembentukan panitia perumus Undang-Undangan tersebut,’’ sebut Nyat Kadir. Nyat menyebutkan, munculnya ide perlunya ada UU pengendalian harga sembako berdasarkan pengalamannya saat jadi Walikota Batam pada tahun 2001 hingga 2004 yang lalu. (asr)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here