Gaji Guru Honor di Bawah UMK Tanjungpinang

0
1227
MENGAJAR: Salah satu guru sedang mengajar siswa. F-Suhardi/tanjungpinang pos

Tiap Sekolah Berbeda-beda

TANJNGPINANG – Nasib guru honorer di Tanjungpinang hingga saat ini masih memprihatinkan. Mereka telah bekerja sejak bertahun-tahun, namun gaji yang diberikan masih ada yang jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Tanjungpinang, sekitar Rp 2,4 juta di 2017 ini.

Bahkan, jumlah gaji antara guru honor yang satu dan lainnya berbeda-beda.Tergantung dari statusnya, apakah honor daerah, honor dinas dan honor kantor.

Jika honor daerah, maka gajinya di sesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk S1 sekitar Rp 1,8 juta per bulan. D3 sekitar Rp 1,5 dan untuk SMA sederajat yaitu Rp 1,2 juta.

Sedangkan, untuk honor dinas pendidikan, upahnya sekitar Rp 1 juta per bulan. Jika honor sekolah, gajinya sesuai kemampuan sekolah. Di kisaran Rp 250 sampai dengan Rp 800 ribu per bulannya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilwahyu mengaku prihatin dengan nasib para guru honor yang belum menerima upah sesuai UMK.

Persoalan ini sudah ada sejak lama, namun hingga kini belum juga diselesaikan. Ia berharap, Dinas Pendidikan transparan dengan jumlah kekurangan guru, agar dapat direkrut dan gajinya sesuai ketetapan honor daerah.

Ia juga meminta, pihak sekolah tidak menerima guru honor tanpa prosedur yang ditetapkan. Hal itulah yang membuat jumlah honor terus bertambah dan gajinya tidak sesuai dengan tanggung jawab kerja yang besar.

”Ada sekitar seribu lebih guru honor di Tanjungpinang yang gajinya tidak di plot dari APBD. Saya juga bingung gajinya dari mana. Kedepan, supaya semuanya menerima gaji yang layak, penerimaan harus satu pintu,” ungkapnya.

Beberapa guru di sekolah di jumpai, ada yang gajinya di bawah Rp 500 ribu. Mengetahui hal ini, menurutnya sangat tidak wajar. Padahal dibebankan untuk mengajar sesuai dengan jam kerja yang sama dengan guru ASN.

Ia berharap persoalan ini didudukkan, agar nasib para guru honor tersebut di perjelas. Jika tidak, maka kesejahteraan mereka tidak ada terjamin.

Salah satu guru honor yang enggan namanya di korankan, menuturkan, bahwa ia sudah dua tahun terakhir menjadi honor sekolah. Gaji yang diterima sekitar Rp 250 sampai Rp 400 ribu per bulan.

Ia dipercaya menjadi guru Bahasa Indonesia dan Kesenian di sekolah dasar tersebut. Ia berharap ada perhatian dari Pemko untuk membantu uang transportasinya.

”Saya lulusan S1 Bahasa Indonesia, terkait gaji saya sudah pasrah saja,” ungkapnya.

Jumlah tersebut diakuinya bahkan tidak cukup untuk biaya transportasi ke Senggarang. Hanya karena keinginan mengajar, maka ia tetap bekerja. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here