Gaji Guru Honor di Pinang Tak Layak

0
809
BERKUNJUNG: Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Ade Angga didampingi guru SMPN 11 Tanjungpinang berkunjung disalah satu kelas, belum lama ini. f-MARTUNAS/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengaku prihatin dengan nasib para guru honor sekolah yang tak mendapatkan gaji layak.

Upah yang diterima jauh dari kata layak sebab hanya dikisaran Rp 400 sampai dengan Rp 800 ribu per bulan. Padahal, pendidikan masuk skala prioritas yang digaungkan dibangun pemerintah pusat maupun Pemko Tanjungpinang.

”Saya banyak terima aduan guru honor belum terima gaji layak. Persoalannya saya bingung juga mau sampaikan. Sekolah butuh guru tersebut tapi tidak masuk anggarannya di APBD Pemko Tanjungpinang. Akhirnya sekolah menerima namun gajinya sesuai kemampuan keuangan sekolah tersebut. Jadi kasihan gurunya tak terima gaji layak,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Baca Juga :  Anggota GMKI Ajari Anak-anak di Pedalaman

Jika guru terkait memang dibutuhkan, harusnya dianggarkan di APBD Pemko Tanjungpinang.

Sehingga para guru dapat menerima gaji layak sesuai dengan jenjang pendidikan. Jangan sampai seperti saat ini, para guru tersebut tidak di gaji sesuai UMK.

”Kalau saran saya, semua guru honor sekolah didata kembali. Dilihat apakah dibutuhkan atau tidak, jika dibutuhkan harus dianggarkan di APBD Pemko terkait gajinya. Jika tidak maka sebaiknya pihak sekolah tak melakukan penerimaan guru,” tuturnya.

Ia mengakui Tanjungpinang masih kekurangan guru. Untuk itu, perlu pendataan yang pasti berapa kekurangan agar bisa dianggarkan dan tak membebani anggaran sekolah.

Baca Juga :  Siswa SD dan SMP Ikuti FLS2N

”Tapi harus dipastikan setelah ada program itu, pihak sekolah jangan ada menerima-menerima lagi yah,” ungkapnya.

Ia menyakini, pihak DPRD tidak akan menolak jika Pemko memiliki wancana menganggarkan gaji guru honor yang dibutuhkan. Pihaknya siap memberikan dukungan agar tenaga pendidikan sejahtera.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga. Menurutnya membangun pendidikan perlu keseriusan dan fokus. Bila ini dilaksanakan maka meminimalisir persolan kesejahteraan para tenaga honor khususnya di bidang pendidikan.

”Saya banyak menerima aduan ini, mudah-mudahan ada solusi kedepan,” tuturnya.

Baca Juga :  Senin, UN SMP Dimulai Serentak

Bahkan yang menyedihkan bantuan transportasi tidak merata diberikan kepada seluruh guru honor.

Ada yang menerima dan ada yang tak menerima mulai dari lingkungan satu sekolah maupun antarsekolah. Ini juga perlu dibahas dan diselesaikan bersama.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here