Gaji Guru Honor Naik Rp 2 juta

0
1820
Teddy Jun Askara

DOMPAK – Kabar gembira untuk para guru honorer dan tenaga kependidikan se-Kepri. Mulai 2018 mendatang, gaji seluruh guru honorer Pemprov, naik dua kali lipat dari jumlah yang telah diterima selama ini.

Kepada wartawan, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara mengatakan, selama ini pendidik dan tenaga kependidikan non Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima gaji sekitar Rp 1 juta per bulan.

Namun, untuk tahun 2018, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri, Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi IV DPRD Kepri telah menganggarkan gaji tersebut sebesar Rp 2 juta per bulan.

Jumlah ini berlaku sama untuk pendidik dan tenaga kependidikan yang tinggal di kota dan pulau-pulau dalam wilayah Kepri.

”Karena pada APBD Murni 2018, anggaran kita kurang, maka gaji pendidik dan tenaga kependidikan ini akan dianggarkan lagi pada APBD Perubahan 2018. Nanti gaji mereka dirapel,” jelas Teddy, Kamis (30/11) kemarin.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri, dokter Jusrizal menambahkan, TAPD, Banggar dan Komisi IV juga memperhatikan kenaikan tunjangan prestasi guru PNS.

Dia mengatakan, tunjangan prestasi guru PNS ini dianggarkan berdasarkan standar Provinsi Kepri. Jumlahnya berlaku sama untuk setiap guru di seluruh kabupaten/kota di Kepri.

”Anggaran untuk tunjangan prestasi guru PNS juga akan dimasukkan di APBD Perubahan 2018,” sebut Jusrizal.

Komisi IV DPRD Kepri juga memperjuangkan penganggaran pembangunan tiga unit sekolah baru sesuai perencanaan, pembuatan DED sudah diselesaikan pada 2017.

Teddy menginformasikan bahwa pembangunan fisik ketiga unit sekolah tersebut akan dikerjakan 2018 mendatang. ”Ada pembangunan SMAN 5 Karimun senilai Rp 10 miliar, SMAN Tanjung Riau Batam,” sebut Teddy.

”SMAN Batuaji sebesar Rp 4 miliar. SMAN Batuaji ini sudah sangat mendesak, karena jumlah penduduknya,” papar Teddy lagi.

Persentase anggaran untuk bidang pendidikan dari keseluruhan APBD 2018 sebesar 26 persen atau senilai Rp 929, 6 miliar. Total anggaran tersebut mencakup gaji PNS sebesar Rp 214 miliar, tunjangan profesi guru senilai Rp 53 miliar, dana BOS untuk SD dan SMP sebanyak Rp 300 miliar.

”Dana BOS itu masih masuk struktur APBD Kepri. Kami berharap agar dana BOS dikeluarkan dulu dari struktur APBD Kepri baru dihitung dana untuk bidang pendidikan sebesar 20 persen. Kita lihat anggarannya sebesar Rp 900 miliar. Tetapi itu sudah termasuk gaji, BOS, DAK dan sisanya kegiatan Disdik Kepri,” jelas Teddy demikian. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here