Gaji Tak Bertambah, Guru Honor Diminta Sabar

0
129
Dadang AG

TANJUNGPINANG – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kepri, Dadang AG meminta seluruh guru honorer SMA sederajat di Provinsi Kepri bersabar dan bersikap arif dan bijaksana.

Menurut Dadang, pihaknya sudah membahas secara langsung dengan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepri terkait gaji tambahan yang tidak dapat dibayarkan tahun anggaran 2018 ini.

”Dan memang kenaikan itu belum bisa diwujudkan dengan alasan karena defisit,” ujar Dadang.

Dadang yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang ini meminta seluruh guru dan tenaga kependidikan kabupaten/kota di Kepri bersikap arif serta tidak mamancing konflik antar sesama lembaga pendidik di Kepri.

Dadang menyampaikan, bahwa setiap pertemuan PGRI dengan pemerintah selalu menyuarakan aspirasi mereka supaya kesejahteraannya ditingkatkan.

Dengan beralihnya kewenangan dari kabupaten/kota paling tidak pemerintah provinsi bisa menjamin, jangan sampai nasib gaji meraka bisa bertahan pada posisi sebelumnya jangan sampai berkurang.

”Bahkan kalau bisa, kita minta ada peningkatan dan waktu itu sudah dikasi lampu hijau oleh pemerintah dan anggota dewan provinsi. Tapi ternyata alasan pemprov pada pembahasan APBD perubahan ini defisit mereka cukup banyak. Sehingga itu belum bisa diakomodir,” terangnya.

Sebagai orang nomor satu di PGRI, Dadang meminta agar para guru harus memahami kondisi keuangan Pemprov Kepri saat ini. Dia berharap, ke depan ketika kondisi keuangan pemerintah sudah kembali membaik, maka hal ini menjadi perioritas khususnya pemerintah.

”Saya minta kawan-kawan guru, kita menyikapi hal ini dengan arif dan bijaksana. Jangan menimbulkan gejolak, kita inikan pendidik. Pendidik itukan punya cara-cara elegan, santun untuk memperjuangkan segala sesuatu,” saran Dadang. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here