Galang Diminta Jadi Penampungan Pengungsi Rohingya

0
431
FOTO BERSAMA: Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak foto bersama dengan pengurus KNSR usai diskusi di Kantor DPRD Kepri di Dompak, Kamis (28/9). f-istimewa/humas dprd kepri

DOMPAK – Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) mendatangi Kantor DPRD Kepri di Dompak, Kamis (28/9). Kedatangan KNSR ini untuk membawa misi meminta dukungan dari DPRD Kepri menyediakan tempat bagi para pengungsi di Kepri ini.

Ketua KNSR, Syuhelmadi Syukur mengatakan, bahwa di Provinsi Kepri khususnya kota Batam sangat strategis untuk dijadikan lokasi penampungan bagi para pengungsi. ”Kami meminta dukungan dari pemerintah untuk menjadikan daerah Galang sebagai lokasi penampungan,” kata Syuhelmaidi Syukur, di Kantor DPRD Kepri, kemarin.

Pemilihan Pulau Galang, dilatarbelakangi karena di tempat tersebut punya sejarah sebagai tempat pengungsian. Beberapa sarana dan prasarana juga sudah tersedia di pulau tersebut.

Jika memang tidak memungkinkan, Pemerintah Kepri dan DPRD bisa mengusulkan pulau-pulau kosong yang ada di sekitar Kepri. ”Kita banyak pulau yang bisa dijadikan sebagai tempat penampungan kemanusiaan masyarakat Rohingya,” kata Syuhelmaidi.

Selain meminta dukungan untuk menempatkan para pengungsi di Kepri, Syuhelmaidi juga meminta agar DPRD Kepri ikut mendesak pemerintah menuntaskan kasus Rohingya. Salah satunya dengan melibatkan negara di kawasan ASEAN, OKI, Dewan HAM dan PBB.

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak memberikan apresiasi dan mendukung penuh langkah KNSR menghentikan aksi kekerasan kepada warga Muslim Rohingya. Sebagai negara berdaulat dan terlibat aktif perdamaian dunia, Indonesia harus aktif membantu. ”Pada prinsipnya, kita siap menampung para pengungsi ini jika datang ke sini atas nama kemanusiaan,” kata Jumaga.

Namun mengenai wacana untuk menjadikan Pulau Galang sebagai lokasi penampungan perlu dirumuskan lebih dalam lagi. Sebab, saat ini Kota Galang sudah ramai dan dipenuhi penduduk Batam.

”Lagipula sekarang Pulau Galang sudah dijadikan cagar budaya,” kata Jumaga. Sebab, sambungnya, pemerintah harus mempertimbangkan aspek keamanan, sosial dan kebudayaan sebelum menerima pengungsi. (ais/cr37)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here