Galian Banyak, PAD Tak Ada

0
737
Galian: Pekerja menggali bahu jalan untuk menanam kabel beberapa waktu lalu. F-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – PEMANFAATAN wilayah Batam sebagai jalur kabel optik sentral atau hub kabel belum memberikan sumbangsih untuk daerah melalui Pemko.

Ke depan, Pemerintah Kota dan DPRD Batam berencana mengkaji peluang mendapatkan penghasilan dari kabel optik. Terlebih, Batam akan dijadikan Menteri Kominfo RI, sebagai hub kabel bawah laut, Singapura dan Malaysia.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah, Jumat (28/4) di Batam mengungkapkan jika Batam belum pernah mendapat PAD dari kabel optik.

”Belum pernah ya. Kita belum pernah membahas, karena tidak masuk nomenklatur sesuai UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah,” kata Raja.

Ke depan, diakui jika hal itu akan dikaji. Namun, potensi untuk mendapat PAD dari kabel optik, lebih pada kabel optik yang ada di daratan. Namun, tidak disebutkan, apakah hal itu karena wilayah O sampai 12 mil laut bukan lagi wewenang Pemerintah Kota Batam lagi.

”Kita akan kaji potensi-potensi untuk meningkatkan PAD. Tapi lebih pada kabel yang melewati darat seperti kabel yang di bawah tanah dekat jalan. Kalau di perairan, sesuai kewenangannya,” bebernya.

Sementara Kadis Kominfo, Salim mengatakan, pajak atau retribusi dari kabel optik, tidak ada masuk pemko, khususnya jalur antar daerah dan negara. Alasannya, perizinan tidak dikeluarkan Pemko Batam, namun pemerintah pusat.

”Bukan lewat kita. Itu pusat. Harus ada dasarnya dulu kalau mau menarik. Kalau izin di Batam ada pegelaran kabel optik, untuk jalur darat. Ijinnya tanya Gustian Riau (Kadis PTSP). Kalau terkoneksi antar negara dan daerah, itu langsung pusat,” sambungnya.

Sementara Ketua DPRD Batam, Nuryanto mengatakan, untuk mendapat PAD kabel optik, harus dikeluarkan regulasinya. Namun jika dimungkinkan pendapatan dari kabel optik, pihaknya siap mendorong Pemko Batam mendapatkan pendapatan baru.

”Kita konfirmasi dulu ke Pemko, baru lihat aturan mainnya. Karena wilayah kita. Kalau memang dasar ada dan ada ruang mendapat, kenapa tidak,” sambung Nuryanto.

Pihaknya berencana mengundang Pemko Batam untuk mendiskusikan hal itu. Setidaknya, DPRD Batam mendorong Pemko Batam untuk menggali PAD dalam meningkatkan pendapatan di berbagai sektor, termaksud di sektor kabel optik.

”Memang butuh inovasi menggali PAD. Tapi tidak bisa serta merta. Tapi seperti pemanfaatan Batam sebagai jalur yang dilewati kabel optik, harus memberikan kontribusi untuk daerah. Tapi nanti kita lihat dasarnya,” imbuhnya.

Sementara, anggota Komisi II DPRD Batam yang membidangi pajak ekonomi dan di dalamnya pendapatan daerah, membenarkan kontribusi dari kabel optik, yang belum ada. Termaksud kabel optik di wilayah daratan. Alasannya, Perda yang mengatur itu belum ada sampai saat ini.

”Kita belum ada karena memang belum ada Perda yang mengatur itu. Tapi kalau ini digagas Pemko untuk mendapat pendapatan dari kabel optik, kita perlu kaji dulu. Kalau dari UU Pajak dan Retribusi, kalau tidak salah, belum diatur,” imbuh Sallon.

Sebelum itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan rencana menjadikan Batam, sebagai sentral atau hub kabel bawah laut.

Bagi operator yang menjadikan Batam sentral kabel bawah laut, termasuk dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia, akan diberikan insentif. Insentif yang akan ditawarkan, seperti penjagaan tanpa dikenakan biaya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo?), Rudiantara, mengatakan pihaknya ingin Batam bisa menyamai Singapura. Diakui, saat ini pihaknya sedang memikirkan rencana-rencana itu, untuk menjadikan Batam menjadi hub untuk jaringan kabel laut, terutama untuk keluar negeri.

Dalam hal ini, mereka mengkaji, tawaran yang akan diberikan ke calon investor. Termasuk untuk para operator penyelenggara jaringan internasional. Dimana, disebutkan kebutuhan jaringan kedepan sangat besar. Terutama seperti dengan 4G.

Diakui, potensi Batam sebagai hub jaringan kabel bawah laut, sudah terlihat saat ini. Dimana, saat ini ada empat operator telekomunikasi yang menggunakan Batam, tepatnya di Tanjung Memban, sebagai lokasi. Yang menggunakan Tanjung Memban sebagai hub, ada Telkom, Indosat, Moratel dan NAP.

”Itu untuk jaringan kedalam dan luar negeri. Jadi kedepan, kita benar-benar jadikan Batam sebagai hub,” imbuh menteri.

Rudiantara juga mensosialisasikanproyek palapa ring barat di Batam. Dimana, proyek palapa ring merupakan upaya pemerintah membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional.

Proyek palapa ring barat akan ditangani konsorsium Moratel – Ketrosden Triasmita. Palapa Ring Paket Barat akan menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai Pulau Natuna), Kalimantan Barat dengan kabel serat optik sepanjang 2.000 km.

Sementara, Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan proyek ini diharapkan dapat berdampak bagi infrastruktur komunikasi dan informasi di Kota Batam.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here