Gandeng Pelindo Tata Tanjungsauh

0
820
PETI kemas menumpuk di Pelabuhan Sribayintan Kijang, Kamis (17/5). Peti kemas ini siap untuk dikirim ke berbagai daerah di Indonesia dan juga ke luar negeri.f-suhardi/tanjungpinang pos

Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun akan menggandeng PT Pelindo (Persero) I menata kawasan Pelabuhan Tanjungsauh, Kota Batam yang menurutnya saat ini perlu penataan menyeluruh.

BATAM – Hal itu disampaikan Nurdin saat bersama-sama Dirut PT Pelindo I Medan meninjau pelabuhan kontainer di Kijang Bintan Timur, Kamis (17/5) kemarin. ”Kita serahkan sepenuhnya kepada Pelindo. Nanti kita akan bekerjasama dengan investor lokal dan asing. Sekarang kami bersama Pak Gubernur lagi mempersiapkan administrasinya untuk mengejar Perpres penugasan,” tegas Dirut PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana.
”Pokoknya pemerintah membuat produk hukumnya supaya cepat,” timpal Nurdin.

Lebih lanjut Eka menambahkan, pembangunan Tanjungsauh tersebut selaku inisiator yang mengusulkan ke pemerintah pusat adalah pemprov. Karena itu kepentingan Pemda cukup besar.

”Konsepnya membangun kawasan karena Batam tidak bisa lagi. Karena arahan Pak Gubernur agar di kawasan itu kita bangun kawasan baru. Industrinya baru, komersilnya baru,” terang Eka.

Baca Juga :  Nurdin Lapor Polemik Cawagub ke Jokowi

”Saat ini kawasan industri dan pemukiman rumah penduduk, gabung-gabung,” timpal Nurdin.

Nurdin bersama Pelindo 1 optimis, bahwa Perpres penugasan terhadap pembenahan kawasan Pelabuhan Tanjungsauh tersebut akan segera selesai.

Saat ini, Pemprov Kepri masih menunggu kepastian dari Pemerintah Pusat terkait dengan rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) dan Pelabuhan Tanjungsauh. Hingga saat ini, pemerintah pusat masih belum memberikan informasi terbaru terkait proyek prioritas tersebut. Namun, Tanjungsauh bakal dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pertama di Batam.

”Untuk jembatan Babin kita masih menunggu konsep (pembiayaan) apa yang akan ditawarkan oleh pemerintah pusat,” ujar, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Jumat (18/5).

Nurdin berharap, pemerintah pusat dapat segera memutuskan konsep pembiayaan dan payung hukum untuk pembangunan jembatan sepanjang 7 Km tersebut. Mengingat sudah cukup banyak investor yang tertarik untuk melakukan pembangunan jembatan tersebut. Selain itu ia juga sangat berharap, kebijakan yang dikeluarkan nanti tidak memberatkan masyarakat.

Baca Juga :  Hadir Paket Telkomsel Khusus ASN Natuna

”Karena ini juga untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Pelabuhan Tanjungsauh dirancang menjadi pelabuhan kontainer terbesar di Kepri. Pelabuhan ini akan menjadi tempat sandar kapal-kapal yang membawa peti kemas di Selat Malaka.

Gubernur mengatakan, sebagai daerah kepulauan, pelabuhan barang dan penumpang merupakan infrastruktur yang sangat penting dibangun sehingga arus barang dan mobilisasi orang lancar. Karena itulah, Pemprov Kepri dalam dua tahun terakhir ini membangun dan merehab beberapa pelabuhan di Kepri agar berdaya saing dan arus barang makin lancar.

Salah satu yang sedang dibangun adalah Pelantar I dan II Tanjungpinang. Pemprov Kepri memperlebar dermaga pelabuhan itu agar jumlah kapal barang yang sandar bisa lebih banyak.

Saat ini, hanya satu unit kapal yang bisa sandar di pelabuhan itu dan bongkar muat barang cukup lama. Sehingga kapal-kapal yang lain harus antre di laut menunggu kapal yang sandar selesai bongkar muat.

Baca Juga :  Perhitungan Tunjangan ASN Pemko Dimatangkan

Hal ini membuat waktu bongkar muat lama. Barang yang dibawa pun lama sampai ke pasar. Tentu akan berpengaruh pada harga. Sebab, ongkos kapal makin mahal karena mereka harus berlama-lama di laut menunggu antrean.

Inilah yang hendak diselesaikan gubernur agar jumlah kapal yang sandar bisa lebih banyak dan bongkar muat juga cepat. Ke depan, dermaga itu juga akan dilengkapi crane sehingga mudah bongkar muat barang dan cepat.

Di Bintan, Pemprov Kepri juga memperbesar pelabuhan agar arus barang semakin lancar. Demikian juga dengan di Natuna.(MARTUNAS -SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here