#GantiPresiden atau Tidak

0
204
Dian Fadillah

(Subsitusi Presiden 2019)

Oleh: Dian Fadilah,S.Sos
Kabid Seni Budaya Gema Minang

Indonesia termasuk dalam kelompok Negara negara berkembang. Masih banyak permasalahan yang terjadi sepanjang perjalanan kehidupan negara baik di bidang ekonomi, sosial, politik dan sebagainya. Untuk negara Indonesia tercinta masalah yang terjadi di Indonesia saling berkaitan satu sama lain. Pemerintah senbagai pemilik negara dan rakyat harus terus berbenah untuk mengurangi masalah itu sedikit demi sedikit terutama dengan kehadirannya di tengah masyarakat.

Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan sebagai subyek pelaksana untuk mempercepat penyelesaian segala permasalahan yang ada. Menurut Hadi Sasrawan dalam Blogspotnya ada banyak permasalahan yang harus dihadapi secara terus menerus. Berikut adalah masalah-masalah yang terjadi di Indonesia yakni kemiskinan, korupsi dan penegakan hukum yang lemah.

Kemiskinan merupakan masalah utama yang melanda Indonesia. Hampir di setiap sudut ditemukan pemukiman kumuh yang jauh dari standarisasi hidup sehat terutama yang berada di pinggiran kota. Ada sekitar 30 juta rakyat Indonesia yang hidup sangat miskin yang penyebab utamanya adalah ledakan penduduk yang tidak disertai dengan peningkatan kualitas penduduk ditambah dengan kebutuhan hidup yang makin kompleks dan mahal.

Korupsi sangat merugikan negara. Mereka adalah pencuri uang yang telah kita bayar ke negara melalui pajak. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, bisa ratusan, jutaan, milyaran sampai triliyunan untuk sekali korupsi. Kurangnya moral dan efek jera menjadi penyebab utama berjamurnya korupsi. Negara lain Sperti Jepang, Malaysia sudah menerapkan hukuman berat bagi pelaku korupsi malahan ada yang lebih ngeri lagi sebagaimana Arab Saudi yang dihukum potong tangan dan Tiongkok menerapkan hukuman mati.

Negara Indonesia adalah negara hukum, tapi kenapa hanya rakyat kecil yang dihukum? Penyebabnya karena hukum di Indonesia masih bisa dipermainkan dan diperjual belikan. Orang kaya masih bisa terbebas dari jeratan hukum. Jangan dulu melihat kasus-kasus hukum yang besar dan apabila dibiarkan maka hancurlah Indonesia.

3 Hal utama itu merupakan concern dan perhatian penuh Pemerintah dalam menuntaskannya. Bagi Presiden lama/Calon Pres baru (Jokowi) dan tantangan melaksanakanya oleh Prabowo (Calon Presiden). Pemilihan Presiden sesuai dengan ketentuan KPU yang sudah diundangkan PKPU 2019 sebelum tanggal 16 Agustus 2018 sesuai dengan UU No. 7 Tahun 2017 bahwasanya Pemilihan Presiden dilaksanakan pada Tahun 2019 sementara nuansa panas masing-masing pihak sudah terasa pasca lebaran Iedul Fitri ini terutama di kelompok yaitu tim sukses. Masing-masing memasang strategi untuk dapat menaklukkan lawan sekaligus memberikan Pressure di media social.

Manuver manuverpun dilakukan dalam rangka menjegal lawan di tengah jalan. Spekulasi spekulasi pun sepertinya dilakukan disegala waktu untuk memenangkan calon yang diyakini mampu untuk menjadi Presedium tertentu. Luarbiasanya persaingan antar kubu padahal Jokowi dan Prabowo pun tidak terlalu mempermasalahkan terbukti pertemuan beliau berdua di acara pertandingan Pencak silat di GBK dalam Asean Games 2018

Ada perlawanan di ILC, ada tolak menolah atas kunjungan Neno warisman malahan ada juga terobosan Tim Kampanye Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi mengaku siap berdebat dengan masing masing pasangan yang menuding keadaan ekonomi Indonesia memburuk sebagaimana pembicaraan soal ekonomi harus menggunakan data. Data yang mana dan siapa yang digunakan dalam menvalidata nya. Berapa tingkat validitas atas keyakinan data yang diambil. Apa dasar keyakinan jika data digunakan sehingga ekonomi buruk dan korupsi menjadi focus mata masyarakat.

Mesin Partai sudah bergerilya untuk head to head menuju kesuksesan masing-masing mulai dari masalah bahan pokok emak emak tentang harga telur Rp11.000, harga daging Rp50.000, harga bahan bakar, sampai dengan permasalah Kurs rupiah yang melemah ke level Rp. 14.821.500 per Dolar AS yang diprediksi Bloomberg pada Senin 3/9/2018 ini. Masalah agama dan ekonomi harus menjadi prioritas utama bagi yang akan maju untuk orang no. 1 Indonesia. Rasa kepuasan dan ketidakpuasan pada pemerintah saat ini akan berpengaruh secara signifikan terhadap kelanjutan pemerintahan ke depan.

Jokowi dan Prabowo … anda berdua tetap berhak maju di 2019 dan anda harus bisa mengambil hati rakyat dan dapat setidaknya 2 isupublik ini menjadi dasar tantangan menuju Indonesia sebagai suatu negara maju sebagaimana pendapat Prof. Dr. Franz Magnis Suseno S.J bahwa Pemilu itu Bukan untuk memilih yang Terbaik tetapi untuk mencegah yang jahat berkuasa.***  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here