Gapeknas Soroti Proyek Gurindam 12

0
271
Andi Anhar Chalid

TANJUNGPINANG – Pelaksanaan proyek Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang menjadi sorotan dari Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Kepri, Andi Anhar Chalid.

Menurut Andi Anhar Chalid, proyek yang diresmikan oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Jumat (12/10) itu mesti ditinjau terlebih dahulu pemenangnya.

“Saya mencurigai proyek ini sarat KKN dan ada indikasi manipulasi data. Dugaan itu dikuatkan lagi dengan jawaban inspektorat Provinsi Kepri yang mengambang serta seolah-olah melepaskan tanggungjawab ke PPK dan PPTK kegiatan tersebut,” katanya.

Andi menduga ada persekongkolan jahat antara pokja dan pemenang tender. “Proyek ini nilainya cukup besar. Mencapai Rp522 miliar. Harus cermat memperhatikan dokumen dan keabsahan peserta lelang yang dimenangkan. Ini aneh, kok bisa satu paket pekerjaan dimenangkan oleh dua perusahaan. Ini menimbulkan banyak penafsiran dan spekulasi,” sebutnya.

Menurut Andi, ia bersama kontraktor yang tergabung dalam Gapeknas Kepri akan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Semua jalur hukum yang memungkinkan akan kita tempuh. Mulai dari peradilan (menggugat) hingga melaporkan kasus ini secara resmi ke KPK. Kita tidak main-main,” jelasnya.

Menurut Andi, ia sangat mendukung proyek ini, karena akan mendorong Tanjungpinang sebagai ibukota provinsi akan menjadi lebih maju. Namun, ia meminta prosesnya dari awal harus terbuka dan dilakukan secara jujur agar tidak bermasalah dikemudian hari serta pembangunan yang menelan anggaran jumbo itu bisa bermanfaat serta tidak sia-sia.

“Kalau dimulai dengan cara-cara manipulatif dan tak jujur, tentunya akan bermasalah dan yang dirugikan adalah masyarakat Kepri. Kita khawatir proyek itu malah tidak bisa dipakai akrena bermasalah dikemudian hari. Sementara anggaran negara sudah banyak terkuras,” harapnya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Penataan ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri Abu Bakar menyebutkan, pihaknya sudah sangat hati-hati dan selektif memilih pemenang tender.

“Makanya, kami sangat selektif, hati-hati karena ini perlu ketelitian,” terang Abu saat mendampingi gubernur beberapa waktu lalu.

Di tempat terpisah, Kajati Kepri Asri Agung Putra saat ditanya wartawan menyebutkan pelaksanaan proyek pembangunan Tepilaut, proses kelengkapan administrasinya sudah memenuhi kaedah hukum.

“Kontrak sudah ditandatangani, kita akan kawal lebih intensif lagi,” kata Asri saat ditanya awak media di Tepilaut, Jumat (12/10).(jek/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here