Gas Elpiji Bersubsidi Makin Langka

0
945
TINJAU GAS : Bupati Bintan Apri Sujadi bersama pejabat eselon mengecek distribusi gas elpiji ke daerah pulau, belum lama ini.F-dok/tanjungpinang pos

Warga Minta Pemkab Turun Tangan

Bintan – PENJUALAN gas bersubsidi tabung 3 kilogram semakin langka, di Bintan dan Tanjunguban sekitarnya. Warga mulai resah, pedagang pun mengeluhkan kondisi tersebut. Pemkab Bintan yang sebelumnya mengklaim distribusi dan harga gas bersubsidi normal, diminta turun tangan.

Hendro, seorang warga mengatakan, kondisi langkanya gas elpiji 3 Kg semakin hari semakin langka. Untuk di pangkalan, setiap harinya sudah habis usai beberapa saat mendapatkan pasokan.

”Di mana pun penjualan gas langka, susah mau carinya harus keliling-keliling dulu. Hari ini malah makin susah lagi mencarinya,” katanya, Selasa (21/3).

Baca Juga :  Puskesmas di Bintan Dapat Penghargaan Nasional

Ia menambahkan, seharusnya dengan kondisi seperti ini pemerintah harus turun ke lapangan, jangan hanya sekadar memantau atau melihat dari belakang meja.

”Masyarakat jadi bertanya, apa ini pasokan kurang atau seperti apa. Faktanya gas langka,” sebutnya.

Sementara itu, Katno warga lainnya juga mengharapkan pemerintah memberikan solusi antisipasikelangkaan gas elpiji ini. Karena pengisian gas elpiji untuk Bintan dan Tanjungpinang berada di Tanjunguban.

”Isi elpiji 3 kilogram kan di Tanjunguban, kok justru di sini yang langka. Sedangkan wilayah lain seperti Tanjungpinang tidak langka,” sebutnya.

Baca Juga :  Ramaikan Masjid, Jangan Banyak Main Hape

Ia menambahkan, jika pemerintah tak serius menanggapi masalah ini, maka warga akan semakin merasakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

Sebelumnya, Setia Kurniawan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Bintan mengatakan, kondisi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram tersebut karena adanya kendala penyaluran gas ke SPBE.

”Tidak ada pengurangan, tidak ada permainan nakal lain. Ini soal distribusi yang terkendala, ada keterlambatan pengiriman saja. Namun sudah normal,” katanya, baru-baru ini.(Jendaras)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here