Gas Lewat Pipa Lebih Murah 50 Persen

0
885

BATAM – Penggunaan gas lewat pipa atau dengan menggunakan meteran akan jauh lebih murah dibandingkan dengan penggunaan gas elpiji tabung seperti yang dijual. Saat ini ada ribuan pelanggan yang sudah menggunakan gas lewat pipa atau jaringan gas (jargas) untuk kebutuhan bahan bakar memasak di dapur. Saat ini, PGN Batam telah melayani 3.497 pelanggan rumah tangga, 53 pelanggan komersial, dan 43 pelanggan industri dan pembangkit listrik.

”Kita sudah pasang gas di Nagoya-Jodoh, untuk KFC, Harbourbay restoran, pengusaha roti top bakery. Itu gas murah, karena harga gas lewat pipa 40 sampai 50 persen lebih murah dari tabung gas,” ungkap Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat.

Baca Juga :  200 Anak Ikuti Sunatan Masal

Kata Amin, PGN memberi dukungan UMKM, perhotelan dan restoran agar mendapat gas elpiji dengan harga murah. Menurutnya, program Jargas ini dampak sangat baik bagi hotel, restoran dan rumah makan karena biaya produksi menjadi makin rendah. Jika menggunakan gas tabung, maka sektor itu hanya mengkonsumsi gas tabung nonsubsidi.

”Kalau menggerakkan ekonomi, lebih baik dengan jaringan gas (jargas),” pesan Amin.

Untuk Batam sendiri, ditargetkan, gas yang tersalurkan tahun ini, sekitar 68 BBTUD. Tahun depan, ditargetkan sudah tersalurkan dua kali lebih besar. Dengan jargas untuk rumah tangga di Batam, konsumsi gas di Batam, naik 30 persen dibanding tahun 2016.

Baca Juga :  BUMD Jera Jual Beras Murah

”Target kita, support 100 persen rumah tangga, hotel, restoran dan sebagian besar UMKM. Sehingga terwujud untuk green city,” imbuhnya.

Pemanfaatan energi dengan tenaga gas, juga mendapat dukungan dari Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Gusti Raisal Eka Putra. Harapannya, sektor parawisata terus meningkat dengan peningkatan kunjungan wisman ke Batam. Hanya saja, dampak terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi, belum masuk kajian BI, karena pemanfaataannya yang baru.

”Kita cek dulu konsumsi gas di Batam, berapa banyak. Tapi untuk sektor parawisata, berpengaruh pada sektor konsumsi dan transportasi. Walau masih belum signifikan pertumbuhan parawisata, tapi triwulan ketiga, parawisata mengalami peningkatan,” kata Gusti.

Baca Juga :  BP Batam Tertibkan Reklame Tak Berizin Malam Hari

Direktur Bisnis Bright PLN Batam, Husnus mengakui efisiensi biaya gas. PLN memilih mengembangkan Pembangkit Tenaga Gas (PLTG). Terbaru, PLN Batam memiliki tambahan daya 100 MW dari PLTG Tanjunguncang. Ketersediaan gas ini juga menjaga optimisme PLN Batam, membantu pengembangan kawasan ekonomi baru di Batam dan Kepri.

”Saat ini PLN membantu menyediakan daya Batam, Bintan dan Tanjungpinang,” sebutnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here