Gas Natuna Dialihkan ke Karimun

0
2365
EKSPLOITAS GAS: Salah satu perusahaan pengeboran gas di Natuna. F-NET

Gubernur Minta Menteri ESDM Pasang Pipa dari Batam

Gas dari Natuna akan disalurkan ke Karimun melalui persambungan pipa yang ada di Batam. Kementerian ESDM RI sudah membuat studi kelayakannya.

Jakarta – SAAT ini, gas Natuna baru dinikmati warga Singapura. Gas dari Natuna langsung disalurkan lewat pipa laut ke Singapura.

Namun, dibuat juga pipa persambungan di Pulau Pemping Batam model tee (T). Satu persambungan ke Singapura dan persambungan lainnya untuk Kepri.

Persambungan pipa inilah yang diminta Gubernur Kepri H Nurdin Basirun agar disalurkan ke Karimun. Karena itu, gubernur langsung minta bantuan Menteri ESDM RI Ignasius Jonan untuk menyambungnya.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM- RI) Ignasius Jonan untuk segera merealisasikan penyambungan pipa gas dari Batam ke Karimun tahun 2017 ini.

Untuk itu, gubernur mengundang Menteri Jonan secara khusus untuk melihat kondisi Karimun secara langsung pada tanggal 21 Maret 2017 mendatang.

”Tanggal 21 Maret nanti Pak Menteri saya undang secara khusus ke Karimun untuk melihat kondisi dan investasi di Kepri, khususnya Karimun. Bapak lihatlah betapa potensi investasi di sana sangat besar. Apalagi kalau ada gas, makin besar potensi investasinya,” ungkap Nurdin saat rapat bersama Menteri ESDM tentang Kebijakan Subsidi LPG Tabung 3 Kilogram Tepat Sasaran di Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (16/3).

Baca Juga :  Semoga Utusan Kepri Juara Lagi!

Nurdin mengungkapkan sangat sulit membangun daerah jika masalah kekurangan listrik dan gas tidak teratasi. Berbagai komitmen yang dibuat jika hanya sebatas di atas kertas saja tidak ada gunanya.

Maka itu Nurdin sangat bersemangat ketika Menteri Jonan menyetujui datang ke Kepri melihat kondisi di lapangan.

”Kita siapkan kapal besar dan roti prata khas melayu untuk Pak Menteri nanti. Yang penting rencana pemasangan pipa gas itu harus segera terealisasi tahun 2017 ini. Kami pemerintah provinsi siap mendorong dan mendukung apapun kebijakan yang akan dibuat Pak Menteri untuk pembangunan pipa gas itu,” tegas Nurdin.

Sementara itu, undangan Gubernur Nurdin langsung disetujui Menteri ESDM Jonan. Bahkan Jonan meminta laporan lengkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja terhadap realisasi rencana penyambungan pipa gas dari ke Karimun.

”Siap pak gubernur. Nanti saya datang ke Karimun melihat langsung potensi investasinya dan realisasi penyambungan pipa gas dari Pulau Pemping (Batam),” kata Jonan.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja menyebutkan rencana pembangunan pipa gas ke Karimun sudah ada progress nya.

Dirjen Migas sudah memerintahkan PGN untuk melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan pembangunan pipa tersebut. Hasilnya sudah masuk untuk rencana pemasangan pipa sepanjang kurang lebih 45 Km.

Baca Juga :  Buruh Tolak Tarif Listrik Batam

”Semoga bisa direalisasikan tahun 2017 ini Pak Gubernur. Dan besok kita lihat langsung ke lapangan,” Jelas Wiratmaja.

Pekan depan, direncanakan akan ada peresmian pembangunan pipa jaringan gas west Natuna ke Batam melalui Pemping.

Kapal Nelayan Pakai Gas
Gubernur H Nurdin Basirun sangat gembira ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan menyampaikan adanya program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin ke LPG untuk nelayan yang dimulai tahun 2017.

Nurdin seketika langsung meminta 500 unit paket mesin lengkap dan segera direalisasikan pertengahan tahun ini. Menteri Jonan menyetujui dan bahkan memberi 1.000 unit mesin untuk Kepri.

”Cukup 500 unit Pak Gubernur? 1.000 unit lah ya, saya kasih. Pokoknya Pak Gubernur kirim data lengkap nelayan ke Kementerian ESDM. One Name, One Address ya. Harus nelayan yang ada kapal ya pak gub,” ujar Jonan.

Jonan menyebutkan program konversi tersebut untuk mengurangi ketergantungan nelayan pada BBM yang kalau dihitung biayanya tinggi.

Jonan menargetkan tahun 2018 seluruh nelayan di seluruh Indonesia sudah menggunakan paket mesin lengkap untuk nelayan ini.

Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap konversi paket mesin nelayan ini harus terealisasikan tahun 2018.

”Tahun 2019 kami targetkan tuntas. Ada masalah lain yang muncul, itu pasti. Karena kita membuat program pasti ada dampak di lapangan. Masyarakat Indonesia harus lepas dari BBM karena negara tidak sanggup memberikan subsidi terus menerus. Jadi siapa daerah yang siap, kami segera realisasikan. Seperti Kepri ini. Minta 500 unit, saya kasih 1.000 unit,” tegas Jonan.

Baca Juga :  PAD Lego Jangkar Rp 50 Miliar

Gubernur Kepri menyambut gembira 1.000 unit paket lengkap mesin nelayan yang diberikan Menteri Jonan. Gubernur segera meminta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepri, H Amjon untuk mendata para nelayan se-Kepri sebagai calon penerima paket lengkap mesin nelayan kementerian ESDM.

”Segera data pak kadis. Bagi nelayan yang mau bekerja tapi tidak ada kapal, kita carikan jalan keluarnya,” tegas Nurdin.

Pemberian paket perdana konversi BBM ke BBG untuk nelayan ini berupa mesin kapal, Konverter Kit serta pemasangannya, Tabung LPG beserta isinya.

Sedang kriteria penerima paket mesin ini adalah nelayan pemilik kapal 5 GT, kapal yang dimiliki berbahan bakar bensin, kapal yang digunakan memiliki daya mesin 13 HP.

Jenis alat tangkap yang digunakan adalah alat tangkap yang ramah lingkungan, dan belum pernah menerima bantuan sejenis dari pemerintah pusat, daerah, atau Badan usaha lainnya.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here