GBA dan Lobindo Kantongi Izin dari Pusat

0
628
Kepala Dinas Pertambangan, ESDM Pemprov Kepri Amjon kumpulkan perwakilan pejabat Bea Cukai, hingga petinggi TNI-Polri terkait ekspor bauksit di Kepri, Senin (28/5). f-suhardi/tanjungpinang pos

DOMPAK – Kadis ESDM Pemprov Kepri, Amjon menegaskan, PT Gunung Bintan Abadi (GBA) dan PT Lobindo sama-sama sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah pusat terkait aktivitas ekspor bauksit ke luar negeri.

Namun dirinya meminta untuk terlebih dahulu melengkapi seluruh dokumen persyaratan ekspor sebelum memulai aktivitasnya. Dia meminta GBA dan Lobindo perusahaan tambang yang memiliki izin kuota ekspor di Kepri, harus bisa memberikan contoh yang baik.

”Saya minta GBA ke depan, untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pihak, apakah TNI Polri, Bea Cukai, Syahbandar, serta pemerintah kabupaten agar seluruh proses kegiatan di hulu dapat berjalan dengan baik,” pesannya usai menggelar rapat bersama jajaran FKPD dan perwakilan direksi PT GBA di kantor Distamben ESDM Kepri, Pulau Dompak.

Amjon juga menyebut, setelah rapat ini PT GBA diminta segera mengurus seluruh dokumen tersebut, kemudian diberikan ke seluruh stakeholder.

Selain itu yang paling penting, bauksit yang akan diekspor harus dalam bentuk setengah jadi atau sudah melalui pencucian sebanyak 42 persen.

Dia juga menegaskan, PT GBA juga harus tetap berkomitmen untuk membangun smelter dalam jangka waktu lima tahun. Sebab, jika lewat dari jangka waktu yang ditetapkan akan ada sanksi yang akan diberikan.

Nantinya apabila pembangunan smelter itu rampung maka PT GBA baru diperbolehkan untuk mengekspor alumia tidak lagi setengah jadi. ”Ketentuan ini sudah sesuai dengan Permen yang berlaku,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Amjon juga berharap, dengan akan dimulainya aktivitas ekspor bauksit ini akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat dan daerah.

Direktur PT GBA Edi Purwanto menyampaikan, dalam setahun pihaknya memperoleh kuota ekspor bauksit sebanyak 1,623 juta ton. Itu semuanya akan kita ekspor ke Cina,” sebutnya.

Edi juga mengatakan, dalam kegiatannya nanti pihaknya juga sudah berkomitmen akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak.

Salah satunya BC yang akan selalu diminta untuk ikut monitor di lapangan. Ia juga menegaskan, PT GBA juga sudah berkomitmen untuk selalu berkewajiban dalam lingkungan salah satunya kata dia melalui dana CSR. ”Bahkan sebelum memula aktivitas pertambangan ini, kita juga sudah menggelar pertemuan dengan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Sedangkan untuk pembangunan smelter yang direncanakan di Kecamatan Tembeling Bintan, saat ini progresnya masih dalam tahap persiapan dokumen. ”Ini pun sudah mulai sekitar dua bulan yang lalu,” tuturnya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here