Gedung Baru Dibangun Harus Ada SLF

0
511
KUNKER: Pansus DPRD Karimun saat kunker ke Tangsel Provinsi Banten. f-alrion/tanjungpinang pos

KARIMUN – Panitia khusus (Pansus) Ranperda Bangunan Gedung (BG) DPRD Kabupaten Karimun kemarin (10/3) mulai melakukan studi banding ke DPRD Tangerang Selatan (Tansel), Provinsi Banten. untuk menyusun Ranperda yang baru diajukan oleh Bupati Karimun pekan lalu.

”Ranperda ini baru, namun dasar hukumnya sudah lama. Yakni, Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan juga PP Nomor 36 Tahun 2005 tentang Bangunan Gedung. Artinya, dasar untuk daerah membuat Perda itu sudah lama ada, hanya saja baru tahun ini kita akan mulai menyusunnya. Untuk itu, kita studi banding ke daerah yang sudah ada perda tentang hal ini,’’ ujar Ketua Pansus Ranperda BG, Samsul.

Sebelum melakukan studi banding ke DPRD Tangsel, katanya, terlebih dulu Pansus melakukan kunjungan ke Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan konsultasi.

Tujuannya, untuk mengetahui unsur apa saja yang diperbolehkan dimasukkan di dalam Ranpdera tersebut. Sehingga, jangan sampai berulang-ulang dalam melakukan penyusunan.

Dan, dia berharap melalui Ranperda yang sedang dibahas saat ini akan lebih manata pembangunan di Kabupaten Karimun.

’”Saat ini, Karimun hanya memiliki Perda tentang izin mendirikan bangunan (IMB). ke depan, jika Ranperda ini sudah disahkan, maka Perda IMB akan dihapus oleh pemerintah. Semuanya akan jadi satu di dalam Ranperda BG. Yang jelas, berdasarkan usulan di dalam Ranperda ini seluruh bangunan gedung yang akan dibangun harus memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Sertifikat ini dikeluarkan oleh perizinan terpadu dan diberikan secara gratis,’’ jelasnya.

Ia berharap, melalui ranperda ini bangunan gedung yang dibangun akan tertata lebih baik. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here