Gedung Gonggong Milik Kita Bersama

0
1013

Oleh: Nasron
Mahasiswa STIE Pembangunan

Laman Boenda atau biasanya gedung gong gong jadi icon baru bagi kota Tanjungpinang. Bagunannya berdekatan dengan pelabuhan Sribintan Pura. Disebut gedung Gonggong karena gedungnya didesain menyerupai kerang gonggong. Gonggong sendiri merupakan salah satu jenis kerang yang banyak dijumpai di perairan sekitar provinsi Kepulauan Riau. Gonggong juga merupakan salah satu makanan khas Tanjungpinang. Pembangunan gedung tentu sebagai implementasi dari visi dan misi Wali Kota Tanjungpinang dan wakil Walikota Tanjungpinang untuk mengambangkan Kota Tanjungpinang menjadi kota wisata.

Gedung tersebut dibangun pada 2016 dengan kontraktor Pelaksana PT Findomuda Desain Cipta, Konsultan Pengawas PT Bintan Sondong beserta Konsultan Perencananya CV Graha Ditama. Gedung ini diresmikan pada 29 Oktober 2016, dengan ditandai penguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arif Yahya dengan disaksikan oleh Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun dan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. Gedung dua lantai ini dilengkapi dengan televisi yang menampilkan sekilas mengenai Tanjungpinang. Di lantai bawah terdapat toko oleh-oleh berupa makanan dan kerajinan khas Tanjungpinang. Di dalam gedung ini ada juga ruangan yang dijadikan semi pusat bisnis. Kini gedung Gonggong dikelola bersama oleh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP), serta Satpol PP Kota Tanjungpinang.

Setiap unit memiliki tugas masing-masing. DKPP bertanggungjawab mengawasi pertamanan, Satpol PP mengawasi keamanan dan kenyamanan para pengunjung. Lalu Disperindag menangani yang berkenaan dengan akomodasi produk-produk UMKM untuk dipromosikan di gedung tersebut serta Dinas Pariwisata promosi dan menjamu wisatawan yang berkunjung Bangunan berbentuk gonggong ini agar memberikan kesan yang mendalam bagi pengunjungnya.

Selain bentuknya yang unik dan cantik posisi Gedung Gonggong juga sangat strategis. Berapa di tepi laut sehingga saat berada di tengah laut sudah bisa nampak gedung yang megah dengan latar belakang tulisan “Wellcome To Tanjungpinang. Saat tiba di Tanjungpinang, para Pengunjung dari luar daerah maupun luar negeri hanya perlu jalan kaki sekitar 200 meter dari pelabuhan menuju gedung tersebut.

Gedung gonggong ini juga dikenal sebagai Tourist Information Center (TIC) atau pusat informasi bagi para wisatawan. Jika wisatawan kesulitan mencari informasi seputar wisata Kota Tanjungpinang, turis bisa mampir ke gedung gonggong untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Gedung ini juga menjadi pusat penawaran investasi dan pengembangan di Kota Tanjungpinang. Selain sebagai pusat informasi, gedung tersebut juga merupakan tempat berkumpul bagi remaja maupun keluarga.

Lokasi ini memiliki pemandangan yang bagus untuk tempat berfoto atau selfie bahkan nge-live. Gedung yang memiliki halaman dan taman yang luas dan indah ini, selalu menjadi objek latar belakang berpotret ria. Saat sore hari bahkan di kala libur, tepi laut selalu banyak digunakan untuk lokasi jogging atau senam oleh masyarakat Tanjungpinang.

Sayangnya gedung tersebut bukanya hanya pada jam kerjanya saja, sehingga masyarakat Tanjungpinang atau pengunjung lainnya yang pada hari libur tidak dapat masuk ke dalam ruangan.

Pada saat malam hari, gedung tersebut juga ramai di kunjungi akan tetapi gedung tersebut kurang terang sehingga jika hendak berfoto mungkin tidak memungkinkan karena kurang atau tidak adanya pencahayaan yang memadai. Selain minimnya penerangan, pengunjung Gedung Gonggong juga mengeluhkan masalah fasilitas toilet umum juga tidak tersedia di tempat ini. Di dalam gedung ini tentunya memiliki toilet tepatnya di lantai bawah akan tetapi gedung tersebut dibuka saat ada acara atau pada saat jam kerja saja. Tentunyahal tersebut membuat pengunjungnya kurang nyaman untuk berlama-lama di lokasi ini. Karena tamannya gelap tentunya dapat memicu banyak hal-hal negatif yang memungkinkan terjadi, Seperti adanya kursi-kursi taman yang hilang.

Semoga pemerintah kedepan bisa lebih baik dalam mengawasi dan memperbaiki kekurangan tersebut, agar para pengunjung merasa senang dan menciptakan kenangan yang bagus akan gedung gonggong. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here