Gedung Sekolah Satu Atap Kinclong, Tapi Sempit

0
67
Ade Angga bersama siswa SDN 006 Satu Atap Madong. f-martunas/tanjungpinang pos

MADONG – Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang berkunjung ke sekolah satu atap di Madong, Senin (11/3). Ini merupakan kunjungan kedua kalinya setelah kunjungan perdana tahun 2016 lalu.

Tiga tahun lalu Ade Angga datang ke sekolah itu karena menerima pengaduan bahwa gedung sekolah itu sudah rusak, atap banyak bocor yang membuat plafon rusak. Ruang belajar juga banjir jika musim hujan.

”Alhamdulillah. Sekarang sudah bagus. Tidak bocor-bocor lagi. Ini salah satu usulan saya untuk segera diperbaiki. Siswa sudah bisa tenang belajarnya,” ujar Ade Angga saat melihat ruang kelas yang kini sudah kinclong.

Semua itu berkat Pemko Tanjungpinang dan DPRD Kota Tanjungpinang yang sama-sama peduli pendidikan dan mengalokasikan APBD untuk memperbaiki sekolah itu.

Ia juga melihat makin banyak perubahan di sekolah. Sudah semakin hijau, bersih dan nyaman. Hanya saja, areal sekolah itu sempit. Padahal, masih banyak lahan kiri, kanan yang bisa dibebaskan untuk pengembangan sekolah. Ade pun meninjau lahan di belakang sekolah yang rencananya akan dibebaskan pemerintah.

Kemudian, Ade meninjau TK yang ada di depan sekolah itu. Politisi Partai Golkar ini juga sempat memberi motivasi bagi siswa Kelas III SMPN 014 Madong yang saat itu try out Ujian Akhir Sekolah Berbasis Nasional (UASBN).

Kemudian, Ade juga menuju salah satu ruangan Kelas VI SDN 006 Madong yang sedang belajar mendalami kisi-kisi soal ujian nasional. Ade Angga sempat diskusi dengan siswa soal mata pelajaran itu. Saat itu, Ade Angga disambut Sudrasno Kepala Sekolah Satu Atap Madong, Uztad Imran, salah satu guru di sana dan beberapa guru lainnya.

Sudrasno mengatakan, dirinya membawahi tiga sekolah sekaligus di tempat itu yakni TK Satu Atap Bunga Raya, SDN 006 Satu Atap Madong dan SMPN 14 Satu Atap Madong.

Ia mengatakan, mereka masih butuh tambahan infrastruktur di sekolah itu. Kemudian, mereka butuh tambahan laptop. Karena akses mereka untuk mendapatkan informasi adalah melalui internet. Tapi laptop sangat minim di sekolah itu.

Ade mengatakan, perhatian pemerintah harus lebih besar ke sekolah itu. Di sana banyak siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Jangan sampai anak-anak mereka terlalu ketinggalan dengan anak-anak di kota. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here