Gedung Serbaguna Pulau Pemping Direnovasi

0
230
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad saat Musrenbang di Pulau Kasu, Jumat (31/1).F-ISTIMEWA

Amsakar Usul Gedung Serba Guna Bernuansa Melayu

BATAM – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menerima usulan perbaikan Gedung Serba Guna Kelurahan Pemping. Usulan tersebut disampaikan warga Kelurahan Pemping dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Pemping, Kasu, Terong, dan Pecong, Kecamatan Belakang Padang, Jumat (31/1).

Amsakar mengusulkan gedung tersebut tetap bernuansa Melayu. ”Usulan dari masyarakat harus betul-betul jadi prioritas utama. Untuk gedung balai pertemuan, pada saat direnovasi saya harap jangan sampai melepaskan nilai-nilai lokal budaya Melayu,” katanya.

Baca Juga :  Amsakar Ingin Batam-Singapura Terkoneksi Lewat Darat

Nuansa Melayu ini pada bagian atap gedung berupa tunjuk langit yang merupakan salah satu ornamen Melayu. Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan berusaha memasukkan perbaikan gedung serba guna ini dalam Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

”Tadi saya sudah panggil dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam. Beliau mengatakan kalau terkejar di APBD Perubahan kita usahakan, kalau tidak kita usulkan di APBD Murni tahun 2021 mendatang,” terangnya.

Ia meminta perbaikan gedung serba guna ini dimasukkan dalam rencana kerja OPD. Ia berharap renovasi segera direncanakan perbaikannya sehingga warga kelurahan Pemping mempunyai tempat untuk melaksanakan kegiatan tingkat kelurahan.

Baca Juga :  Empat Tahun PAD Tak Capai Target

”Saya minta masukan di Renja OPD, jangan sampai lepas lagi. Karena memang sudah rasa mendesak bertahun-tahun selalu muncul usulan balai pertemuan direnovasi,” ucapnya.

Gedung serba guna ini nantinya akan difungsikan sebagai tempat pelaksanaan agenda kelurahan. Warga boleh juga menggunakannya untuk berbagai kegiatan seperti kegiatan RT, RW, serta untuk musyawarah dan posyandu.

”Gedungnya multifungsi, maka perlu diadakannya renovasi,” tegasnya.

Menurutnya kondisi kerusakan mencapai 45 persen dan dengan biaya perbaikannya berkisar Rp 150 juta sudah selesai. Adapun yang diperbaiki atap gedung, plafon, kusen, pintu, jendela, kaca, dan toilet.

Baca Juga :  Urus Izin IPH-UWT Bisa di Mobil Keliling

”Bukan pekerjaan yang berat, muda-mudahan cepat selesai,” ujarnya.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here