Gejolak, Bazar Imlek Tetap di Jalan Teuku Umar

0
218
Suasana malam Imlek tahun lalu yang gelar di jalan pelantar II. F-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Perpindahalan lokasi Bazar Imlek tahun ini menjadi perbincangan di tengah pedagang. Ada yang mendukung namun tak sedikit juga yang menolak.

Pelaksanaan bazar Imlek sudah rutin dilaksanakan di 15 tahun terakhir ini. Biasanya para pedagang menggelar dagangannya di Jalan Pasar Ikan dan Jalan Gambir namun tahun ini dipindahkan ke Jalan Teuku Umar.

Rencananya, bazar Imlek dilaksanakan satu bulan lebih, dimulai, Rabu (9/1) di Jalan Teuku Umar. Sudah terdata ada 127 pedagang yang akan berjualan di sepanjang jalan tersebut.

Melihat persiapan, hari ini, Senin (7/1) Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma didampingi Sekda Kota Tanjungpinang, Riono, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tanjungpinang, Bobby Jayanto, camat dan lurah meninjau lokasi di Jalan Teuku Umar.

Sesuai informasi para pedagang yang ingin berjualan sudah mendaftar di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai pengelola.

Riono menjelaskan, pemerintah tetap menggelar bazar Imlek di Jalan Teuku Umar. Meski pun ada riak-riak ketidak setujuan.

Menurutnya, dari 127 pedagang hanya satu diantaranya yang tetap meminta lokasi bazar di tempat yang lama.

“Kita pindahkan ke lokasi Teuku Umar hasil kesepatan bersama antara pemerintah dan para pedagang, bukan pandai-pandai pemerintah saja,” kata Riono.

Sambung dia, para pedagang nanti akan di tata dengan sedemikan rupa, supaya bazar berjalan dengan baik.”Bazar ini kan sudah beberapa tahun digelar. Lokasinya juga masih di kawasan Kota Lama,” ujarnya.

Kata Riono, para pengunjung yang akan ke lokasi bazar nanti, bisa memakirkan kendaraanya di jalan Merdeka dan sekitarnya.

“Sudah kita sediakan tempat parkir dan sarana lainnya,” bebernya.

Ketua Kadin Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto mengatakan, bagi pedagang yang berada di Jalan Pasar Ikan, Jalan Gambir dan sekitarnya tetap bisa membuka toko pada saat malam bazar Imlek, pemerintah mempersilahkan. Cuma, para pedagang tidak boleh berjualan di median jalan, kecuali di Jalan Teuku Umar.

“Para pedagang boleh saja membuka tokohnya pada malam hari. Dengan adanya bazar suasa dan perekonomian di Kota Lama, terutama di malam hari bisa bergeliat,” ujarnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here