Gelar Kesenian Kontemporer Menolak Lupa

0
499
PENCARIan korban: Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat turut mencari korban pompong nahas Penyengat, setahun lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

Mengenang Satu Tahun Tragedi Pompong Penyengat

Tepat tanggal 21 Agustus 2017 merupakan penanda setahun sudah, tragedi nahas yang menimpa pompong penyebrangan Tanjungpinang-Penyengat yang menewaskan belasan nyawa.

PENYENGAT – untuk menolak lupa sejumlah, seniman Kepri lintas aliran kembali mengenang duka sebagai pembelajaran berarti melalui tampilan seni kontemporer di pelataran Ocean Corner Tanjungpinang, yang dilangsungkan, tanggal 22 Agustus 2017. Di bawah bendera Dewan Kesenian Kepri, sejumlah seniman tersebut melangsungkan pagelaran kontemporer yang disuguhkan kepada masyarakat.

Di bawah komando Yudi Tancker, pagelaran tersebut bertujuan untuk menolak lupa tentang kejadian duka terbesar dalam sejarah penyeberangan pompong Penyengat. ”Dengan mengingatnya, semoga kewaspadaan penumpang serta keselamatan penumpang terus menjadi prioritas utama meskipun dalam penyeberangan berdurasi pendek,” bebernya.

Pompong nahas tujuan Tanjungpinang-Pulau Penyengat kala itu bermuatan 16 penumpang bersama pengemudi terbalik dan tenggelam dengan cepat di perairan tengah menuju Penyengat setelah diterpa angin kuat yang disertai hujan. Tragedi tersebut terjadi pada, Minggu 21 Agustus tahun lalu sekira pukul 09.00 WIB. Tenggelamnya pompong itu ikut menewaskan 10 orang penumpang. Dua berhasil diselamatkan, sementara 5 orang lagi sempat dalam pencarian.

Syukurnya kurang dari 24 jam, keseluruhan korban berhasil ditemukan, dengan melibatkan segala lapisan pemerintah dan masyarakat, bahkan hingga membuat Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, turut serta mencari korban. Dari arsip data yang diperoleh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang, nama-nama korban pompong nahas tersebut antara lain, Rahmiyana (P) 27 tahun warga Jalan Jering Batu Rasa (Pangkal Pinang), H. Idrus Ahmad (L) 62 tahun warga Jalan Istana Laut (Penyengat), Wiwit Sugiarti (P) 27 tahun warga Jalan Pramuka Lorong. Bali No. 34 (Tanjungpinang).

Yurdaningsih Alias Neneng (P) 50 tahun warga Jalan. H. Unggar Lorong. Sulawesi No.15 (Tanjungpinang), VRN (P) 10 tahun warga Jalan. Pramuka Lorong. Bali No. 34 (Tanjungpinang), Mar’atu Syah Niramadon alias Santi (P) Jenazah di RSAL. Rahmad (L) 43 tahun warga Desa Busung (Bintan), Umik (P) warga Jalan. Pramuka Lorong. Buru (Tanjungpinang), Hesti Susilowati (P) 27 tahun warga Jalan. Pramuka Lorong. Bali (Tanjungpinang).

Nama-nama tersebut merupakan korban yang dinyatakan tewas oleh pihak rumah sakit. Sementara korban yang selamat adalah Said (Penyengat) selaku tekong pompong serta Rasti Rina Masih (25) warga Kota Batam.(YOAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here