Gelombang 4,5 M Hingga Pekan Depan

0
206
KAPAL saat berlayar di laut Kepri. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memprediksi sepekan ke depan terjadi cuaca ekstrem angin kencang yang menimbulkan gelombang tinggi di wilayah perairan Provinsi Kepri.

Berdasarkan pantauan Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Arditho melalui satelit yang dimiliki Stasiun BMKG Tanjungpinang, gelombang yang terbilang cukup tinggi terjadi di dua perairan laut Provinsi Kepri, yaitu daerah perairan laut Anambas dan Natuna.

Dua daerah perairan laut tersebut memiliki ketinggian gelombang mencapai kisaran 2 meter sampai dengan 4,5 meter.

Kemudian, disusul dengan gelombang tinggi di dua perairan laut Bintan dan Lingga hanya mencapai kisaran 0,8 meter sampai dengan 2,5 meter.

Sedangkan di empat perairan laut lainnya, seperti daerah Tanjungpinang, Batam dan Karimun memiliki ketinggian gelombang hanya kisaran 0,5 meter samapi 1,5 meter.

Hal ini disebabkan adanya angin kencang, siklon tropis dan masih banyak lagi faktor penyebab yang membuat terjadinya gelombang tinggi di perairan laut wilayah Provinsi Kepri.

Kemudian, ditambah lagi sedang musim angin utara. Setiap musim angin utara, dua perairan laut di wilayah Natuna dan Anambas selalu terimbas dan terjadi gelombang tinggi.

”Kecepatan angin saat ini kisaran 0,5 sampai 30 kilometer per jam,” kata dia kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (25/1).

Fenomena supermoon, katanya, sudah terjadi dua hari lalu, terhitung sejak 21 sampai 22 Januari 2019. Jadi, tidak ada potensi banjir rob pada sepekan ke depan nanti.

Yang masih berpotensi, adalah curah hujan. Curah hujan yang terjadi bersifat lokal. Intensitasnya, mulai dari ringan hingga lebat alias deras.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat, agar mewaspadai ketinggian gelombang di laut terutama di perairan laut Natuna dan Anambas.

”Berhati-hati saat bermain di pantai. Patuhi arahan dari petugas yang sedang bertugas,” harap dia.

Sebelumnya pihak BMKG pusat sudah mengeluarkan peringatan waspada karena beberapa daerah berpotensi terjadi bencana Hidrometeorologi, 23-30 Januari 2019.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, 22 Januari 2019, terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT.

Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.

Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia.

Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari ke depan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kepri, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Melanjutkan dari imbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2019, BMKG kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan SIAGA dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019.

Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.

Berikut adalah wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 23-26 Januari 2019, antara lain:

Aceh, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Papua.

Sedangkan wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 27-30 Januari 2019. (dri/net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here