Gelombang Capai 2,5 Meter, Nelayan Setop Melaut

0
441
JEJER: Kapal nelayan berjejer di dermaga. Saat musim utara tiba banyak nelayan sementara berhenti berlayar. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

Anambas – SEJUMLAH nelayan di Kecamatan Jemaja memilih menyandarkan kapal di dermaga, ketimbang melaut mencari ikan. Hal ini dilakukan karena kondisi gelombang yang masih mencapai 2,5 meter.

”Kami tidak ingin ambil risiko dengan kondisi gelombang di laut yang masih tinggi. Biarlah kami sandarkan kapal daripada akan mengalami musibah di laut,” ungkap Kasni selaku nelayan lokal Kecamatan Jemaja kapada Tanjungpinang Pos, Kamis (16/2).

Menurutnya, masih ada nelayan yang nekat mencari ikan dengan kondisi gelombang saat ini. Diakuinya saat ini ikan sangat mudah didapatkan, tapi harus berani mengambil risiko. Ia dan nelayan lainnya memilih untuk tidak melaut dan hanya merawat kapal jelang keadaan cuaca membaik.

Ia menceritakan, untuk memperoleh ikan nelayan harus menempuh jarak cukup jauh sekitar 8 mil dari pantai. Namun untuk saat ini hanya 4 mil sudah dapat ikan, tapi risikonya cukup berbahaya.

Sejak sepekan ini dirinya tak melaut dan beralih bekerja di kebun. Dirinya trauma pada tahun sebelumnya pernah mengalami musibah di laut dan hampir tenggelam, masih beruntung ada kapal nelayan lain menolongnya.

Ketika itu kapal motor yang dibawanya mengalami kerusakan mesin selama satu jam di laut dan dirinya hanya bisa pasrah.

”Masih beruntung ada kapal lain menolong saya ketika itu, kalau tidak saya akan tenggelam dengan kapal yang saya bawa itu. Masih terbayang dengan kajadian itu dan tidak akan pernah saya lupakan,” kenangnya.

Sementara, pantauan media ini ketika melihat di pasar ikan, hampir tidak ada aktivitas jual beli ikan, sebab nelayan banyak yang tidak melaut.

Romlah ketika ditemui ketika itu mengatakan sepekan ini memang tidak ada yang melakukan aktivitas jual beli ikan dan jikapun ada yang jual ikan di rumah nelayan dan harga ikan yang dijualnya juga mahal.

”Kemarin saya membeli ikan mahal pak, biasa ikan tongkol harganya satu ekor Rp 10 ribu, sekarang Rp 40 ribu per ekor,” tuturnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here