Gelombang Tinggi, Bupati Numpang Kapal Kayu

0
627
SANDAR: Beberapa kapal kayu milik nelayan dan speedboad yang sandar di pelabuhan karena cuaca buruk. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

Anambas – BEBERAPA hari terakhir, gelombang laut di perairan Anambas cukup buruk. Gelombang laut yang mencapai 6 meter ini, juga membuat rombongan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris tidak bisa kembali ke Tarempa hingga dua hari bermalam di Kacamatan Jemaja.

Kunjungan kerja bupati ke Kecamatan Jemaja yakni menyambut kedatangan Direktur Bandara Pusat bersama Kementerian Perhubungan.

Namun saat ini bupati telah tiba di kota Tarempa dengan menumpang kapal motor kayu milik masyarakat, kapal feri milik pemda belum bisa menempuh gelombang laut ketika masih tinggi.

”Kapal pemda tidak mampu menempuh gelombang yang tinggi. Kita pulang menggunakan kapal motor milik masyarakat. Alhamdulillah keadaan cuaca ketika itu cukup bersahabat dan kita sampai ke tempat tujuan,” ungkap Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris ketika dihubungi Tanjungpinang Pos, Senin (13/2).

Menurutnya, untuk beberapa hari kedepan gelombang laut masih tinggi, diharapkan seluruh nelayan jangan pergi melaut dalam sementara waktu demi menjaga keselamatan.

Diakuinya dalam perjalanan yang menggunakan kapal motor kemarin, para penumpang banyak yang mengalami muntah- muntah dan ia juga merasakan mual dan sakit kepala.

”Saya tidak muntah tapi kepala pusing saja, tapi penumpang lain banyak yang muntah,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BMKG Tarempa, Angriono mengatakan bahwa dalam data di komputer kecepatan angin di Anambas sempat menembus angka 23 knot.

”Pada 11 Februari 2017 kecepatan angin tercatat 23 knot,” jelasnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here