Gelombang Tinggi, Penumpang Feri Terlantar

0
593
MASYARAKAT Anambas saat akan menaiki kapal KM Bukit Raya yang tiba di Tarempa beberapa waktu lalu. f-iISTIMEWA

Akibat moda transportasi laut dan udara tidak lancar, banyak warga dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak bisa berangkat atau pulang ke Kabupaten Kepulauan Anambas dalam kurun waktu satu minggu mendatang.

ANAMBAS – Salah seorang warga Kecamatan Jemaja Siska (35) mengatakan, bahwa sejak hari Senin (5/3) lalu ia sudah berada di Kota Tanjungpinang menuggu jadwal kapal laut menuju ke Pelabuhan Letung.

Katanya, jadwal kapal feri yang biasa melayani masyarakat Anambas kini tidak berani berlayar akibat angin gelombang tinggi. Sedangkan kapal milik PT Pelayaran Nasional yakni Bukit Raya masih dalam tahapan perbaikan (Docking) di Jakarta.

Baca Juga :  Banyak Sampah, Turis Mengeluh

”Saya bingung kapan bisa pulang ke kampung pun tidak bisa dipastikan informasinya. Biaya penginapan dan makan di Tanjungpinang cukup membuat dompet kewalahan. Belum lagi pekerjaan yang ditinggalkan di kampung sana,” keluh Siska, selaku nelayan budidaya ikan kerapu, Minggu (11/3).

Katanya, ia sangat khawatir terkait ternak ikan yang ditinggalkannya. Sebab ikan tersebut harus diberikan makan, dan ia memprediksi keberangkatannya ke Kota Tanjungpinang kemarin hanya menghabiskan waktu dua hari saja. Namun, semuanya diluar dugaannya dan harus pasrah.

Baca Juga :  Turis Bingung, Panitia Cuek

Ia berharap kepada pemerintah daerah, agar dapat segera memberi solusi yang baik bagi masyarakat yang membutuhkan jaminan transportasi laut yang layak di musim gelombang tinggi seperti yang dialami saat ini.

”Kami masyarakat berharap moda transportasi laut yang layak ketika gelombang tinggi. Fenomena seperti ini sering dialami masyarakat Anambas selama ini,” sebutnya.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tarempa Samuel menguraikan, tinggi gelombang Laut Natuna Utara diprediksi mencapai 2,5 meter hingga 4 meter.

”Tinggi gelombang itu berpeluang di Laut Natuna Utara, perairan Utara Kepulauan Anambas. Sehingga, kita keluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Kita juga mengimbau agar masyarakat selalu waspada ketika berlayar,” ungkapnya. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here