Generasi di Era Digital Tak Kreatif

0
193
Wahyu

Oleh: Wahyu
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP,UMRAH

Media baru (era digital) adalah istilah yang digunakan dalam kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer atau handphone (gadget). Media baru Era Digital sering digunakan untuk menggambarkan teknologi digital. Media ini memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau internet. Media massa beralih ke media baru atau internet karena ada pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi dan komunikasi, yang sekarang disebut dengan dunia maya atau media sosial. Tentunya Era digital memiliki dampak positif dan negatif. Karena semua serba mudah di era digital ini hingga banyak penggunanya yang kurang kreatif dan semua serba instan.

Dampak positif dari era digital ini adalah memudahkan masyarakat dari berbagai usia dan kalangan dalam menerima informasi lebih cepat melalui media sosial. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan adalah individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik, meningkatnya kasus penipuan dan juga kejahatan,banyaknya konten negatif (pornografi misalnya) yang berkembang pesat, perselisihan, menjauhkan yang dekat, terabainya tugas dan juga pekerjaan, menurunnya prestasi belajar dan juga kemampuan bekerja seseorang.

Menurut paham zoon poluticon, Manusia adalah makhluk sosial yang mutlak membutuhkan kebersamaan satu sama lain. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk mencari teman atau kawan. Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain, seringkali didasari atas kesamaan ciri atau kepentingan masing-masing. Hal inilah yang semakin pudar sejak dimunculkannya gadget, yang membuat manusia lebih cenderung melakukan interaksi lewat dunia maya secara tidak langsung melalui gadget.

Kita tidak bisa menentukan ataupun menjawab dengan pasti,bentuk interaksi seperti apa yang lebih sering kita gunakan. Akan tetapi, satu hal yang kita ketahui dengan pasti bahwa seiring dengan perkembangan zaman, tingkat interaksi manusia di dalam dunia maya terus meningkat, entah itu di kalangan anak-anak, remaja, orang dewasa, hampir semua manusia pernah berinteraksi melalui dunia maya.

Mereka bukan menunduk karena malu ataupun hormat, namun terpaku pada layar gadget. Generasi menunduk saat ini. Kemampuan berjalan dengan menunduk dan sambil mengetik, berkumpul tanpa berinteraksi langsung karena asik dengan dunia maya mereka sendiri merupakan hal yang tak jarang kita temui atau bahkan kita termasuk dalam generasi ini. Hal inipun didukung oleh GIZMODOadalahsuatulemabaga yang menelitidan di dalam penelitianya berapa banyak waktu yang dunia habiskan dalam melihat layar pada tahun 2014 dimana indonesia merupakan peringkat pertama dari 30 negara. Serta dalam survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia bahwa 65,98% durasi penggunaan internet dilakukan setiap hari dengan 43,89% menghabiskan waktu perharinya.

Hal ini bukan merupakan data yang mengejutkan bagi kita pengguna gadget. Manusia sebagai makhluk sosial yang berkomunikasi, berinteraksi dan bersosialisasi dengan manusia lain telah berkurang. Perkembangan teknologi informasi seakan mengakibatkan yang jauh mendekat sedangkan yang dekat menjauh. Dunia seakan hening karena pertemuan secara nyata berkurang, karena segala hal yang serba digital. Ironinya Tanpa gadget, seakan dunia runtuh dan jantung seketika berhenti berdetak. Gadget sudah merupakan jantung untuk kehidupan setiap manusia

Berkomunikasi melalui gadget membuat banyak orang menjadi malas berinteraksi secara langsung. dengan adanya teknologi canggih ini mengobrol dengan teman, telepon atau mengirim pesan kepada rekan, diskusi dengan anggota kelompok sudah dapat di lakukan lewat aplikasi chat atau instant message. Ini fakta yang sedang kita hadapi karena kurangnya interaksi secara langsung mengakibatkan informasi yang sangat dekat menjadi tak terasa, sedangkan informasi yang sangat jauh dapat dirasakan secara langsung bahkan beberapa saat setelah informasi tersebut dibuat.

Kita semakin jauh dengan keakraban yang terjalin dengan senyum, sapaan, dan jabatan tangan.  Kehilangan momen sepesial dengan temannya ataupun keluarga, dimana saat kita kumpul di sebuah kafe banyak dari teman kita yang sibuk dengan ponselnya masing-masing, tertawa dan senyum-senyum sendiri tanpa menghiraukan kehadiran orang lain di sebelah atau sekitarnya dan bercerita keluh kesah kita dengan teman tatap muka yang tergantikan dengan teknologi yang menjadi kehidupan kedua untuk kita. Tapi nyatanya, bahwa semua yang kita lakukan ini adalah semu.

Tentunya diperlukan kesadaran dengan menggunakan gadget pada tempatnya, mengontrol waktu penggunaan gadget, dan peran orang tua dengan tidak menganggap remeh memberi gadget pada anak nya di usia dini hingga mereka kurang dalam berinteraksi, bersosialisasi dan bermain diluar bersama teman-temannya. Jangan membiarkan kita tergantung pada teknologi, tetapi mengontrol teknologi untuk mempermudah hidup kita. Dengan mengajak orang-orang memencet tombol off handphone, kita telah membantu membasmi generasi menunduk. Mari jalani hari yang indah dengan interaksi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here