Generasi Milinial Potensi Strategis

0
150
Candra saat dialog dengan ICMI Kota Batam.

Dari Dialog yang Digagas ICMI Kota Batam

BATAM – Kaum muda di Batam jumlahnya sangat tinggi. Persentasenya sekitar 26 sampai 30 persen dari jumlah penduduk Batam. Namun, karena masih minimnya peluang dan kesempatan yang diberikan kepada generasi milinial, hingga baru sekitar 1 persen keterlibatan dan kontribusi generasi milinial di kelompok usaha digital dan kreatif untuk membangun ekonomi Batam.
Hal itu dikatakan Candra Ibrahim dalam menyampaikan materi dialog santai yang diprakarsai Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Batam, Rabu (26/6/2019). Siskusi santai sambil ngopi sore, di Kafe One Dozen di Ruko Mahkota Raya Batamcenter, Rabu (26/6/2019).
Menurut Ketua ICMI Organisasi Daerah (Orda) Batam, Dendy Gustinandar, acara ini untuk bertukar pikiran dalam konteks kebangsaan dan keilmuan sambil Ngopi Bareng Cendikiawan Batam.
Dalam diskusi itu, Candra memaparkan salah satu konsen dia untuk memberikan perhatian lebih serius kepada potensi kaum milenial (kaum muda) di Kota Batam.
“Ini potensi yang dahsyat. Jika mereka diberdayakan, dirangkul, dan disentuh dengan bimbingan yang tepat, maka mereka bisa lebih berkontribusi,” jelas Candra, didampingi Ketua ICMI Batam Dendy Gustinandar dan Sekretais ICMI (moderator diskusi), Raden Dwi Wahyu Wijoyo, dan beberapa pengurus ICMI Batam.
Selama ini kita lihat, kata Candra, konsentrasi pembangunan di Batam memang sudah benar, yakni mengejar perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, dan penataan akses transportasi.
“Dengan infrastruktur yang semakin baik, jalanan yang semakin lebar, selain warga Batamsendiri, wisatawan juga akan senang melancong Batam. Ini menunjang sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan ekonomi Batam di tengah kelesuan sektor lainnya,” kata Candra Ibrahim, mantan Ketua GP Ansor Kota Batam 2012-2016 itu.
Candra yang juga Dewan Pengawas RS Embung Fatimah itu menyebutkan, potensi sektor wisata dan ekonomi kreatif sebetulnya bisa lebih ditingkatkan. Dalam industri wisata, misalnya, dia menyebutkan, sebetulnya ada dua pendepakatan yang harus difokuskan, yakni how to package dan how to sale.
“Sebaik apapun potensi wisata kita, jika tak pandai mengemas (how to package), orang tak akan tertarik. Di sisi lain, secerdik apapun kita mengemas, jika tak pandai menjual (how to sale), ya hampir tak ada arti. Jadi, semua stake holders harus satu visi untuk wisata ini. Antara pemerintah dengan dewan, dan pelaku wisata, asosiasi, PHRI, Asita, travel, mesti duduk bersama. Juga soal anggaran. Bagaimana mau menjual jika anggaran promosinya kurang?” tanya Candra.
Untuk itu, tim Pemko Batam juga harus memperkuat tim lobi yang piawai melobi dewan untuk urusan anggaran promosi wisata ini. “Harus yang lentur. Bukan yang kaku. Kalau kaku berhadapan dengan dewan, atau pimpinan, ya sulit menggolkan anggaran promosi wisata,” ucap Wakil Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam itu.
Diskusi terus berkembang ke hal-hal yang lebih substantif. Para pengurus ICMI Batam yang banyak juga dari kalangan pelaku bisnis, terlihat antusias mendengarkan penjelasan Candra yang sudah mengabdi di dunia media selama 26 tahun itu. “Namun demikian, jika kelak saya ditakdirkan untuk menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah, tentu saja pikiran-pikiran saya ini harus menyesuaikan dengan pasangan di pilkada. Tidak bisa berdiri sendiri,” tambah Candra sambil tersenyum.
Usai diskusi, Ketua ICMI Dendy Gustinandar mengaku puas atas ide-ide dan gagasan Candra yang merupakan Ketua PWI Kepri. “Candra Ibrahim ini, sahabat lama saya juga, dan dia Direktur Utama Batam Pos. Akhir-akhir ini nama Candra Ibrahim menjadi buah bibir di Kota Batam,” kata salah satu direktur di BP Batam itu.
Dia menyebutkan, tentunya ketertarikan ICMI Batam mengundang Candra untuk berdiskusi terkait dengan ada beberapa organisasi yang memperkenalkan Candra sebagai salah satu alternatif pemimpin masa depan di Batam, Kepri.
“Melihat fenomena tersebut, ICMI Batam merasa “penasaran” untuk bisa berdialog langsung dengan beliau. Dan ketika para pengurus ICMI Batam berdialog langsung, Bang Candra bercerita gamblang tentang sebuah visi pembangunan ekonomi kreatif yang ideal serta pembangunan sistem inkubasi UMKM yang seharusnya dikembangkan di Batam,” katanya.
Penguasaan konsep-konsep tersebut, kata Dendi, didukung dengan pengalaman Candra menjadi pemimpin di perusahaan media besar selama belasan tahun. Dan juga pengalaman di organisasi sosial yang membentuk pola pikir kreatifnya.
Perjalanannya sebagai wartawan juga menjadikan sosoknya “tahu sedikit tentang banyak hal”, sebuah kebalikan dari spesialis yang “tahu banyak tentang sedikit hal”.
“Ya, pada akhirnya ICMI Batam berterimakasih atas sharingnya dan ternyata banyak talenta muda dalam leadership di Batam. Mereka pantas untuk diberikan kesempatan menyampaikan pandangannya untuk Batam,” kata Dendy.(jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here