Generasi Old Kontra Generasi Now

0
341
Gustika Banjarnahor

Oleh: Gustika Banjarnahor
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UMRAH

Di era teknologi yang semakin canggih, rutinitas sehari-hari banyak dikaitkan dengan teknologi. Hingga hal-hal yang dulu sulit dilakukan kita bisa lebih mudah diselesaikan. Kini semua bisa mendapatkan segala sesuatu dengan sangat cepat. Dulu, untuk mengirim surat saja, harus repot melalui kantor pos, dan menunggu selama paling cepat dua hari bahkan lebih. Sekarang, dengan kecanggihan alat komunikasi seperti email, sms, dan berbagai macam aplikasi pengirim pesan; cukup sekali klik, maka pesan yang dituju ke orang lain bias sampai dalam hitungan detik. Belum lagi dengan bantuan skype, chat messenger, facebook, twitter, whatshap, line, instagram dan banyak media social lainnya yang membuat manusia mudah terhubung dengan teman, keluarga, bahkan dengan orang di belahan dunia lain. Seakan-akan teknologi yang membuat dunia menjadi tanpa batas dan sifat manusia cenderung tidak berpikir panjang dan bersifat materialistis.

Karena sudah terbiasa dengan kondisi yang serba cepat, generasi sekarang pun mempunyai kecenderungan untuk mendapatkan segala macam agar segera terwujud. Mereka tidak ingin bersusah payah, maunya ingin lewat jalan pintas saja. Dan pada akhirnya, generasi muda Indonesia juga lebih memilih belajar dengan SKS alias “sistem kebut semalam”. Bahkan ada juga yang meminta pekerjaan temannya.

Pernahkah berpikir untuk menikmati proses dalam mencapai sesuatu?” padahal kalau saja generasi muda belajar sendiri, dari belajar sendiri itu bias menikmati proses belajar yang membuat otak bekerja dan berpikir kreatif dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam hal membuat makalah pun asal jadi, tinggal buka google kemudian ketik apa yang ingin dicari lalu di salin dari sumber mana lantas tugas pun selesai.

Coba bandingkan dengan zaman sebelumnya, membuat makalah mengenai sesuatu harus bersusah payah melakukan observasi, penelitiandan lain sebagainya yang membutuhkan waktu yang lebih lama, membutuhkan usaha dan bias juga membutuhkan biaya yang banyak. Beda dengan generasi sekarang yang lebih mudah mengakses informasi dengan perpustakaan ataupun internet.

Banyak para kaum muda maupun yang masih menempuh pendidikan yang sudah tergantung dengan keadaan serba cepat dan mudah ini bias dikategorikan sebagai kaum muda yang bermental lemah. Hal ini dikarenakan sudah terbiasa menerima mentah-mentah apa yang di dapat tanpa mengolah terlebih dahulu atau membuat solusi baru yang kreatif dalam mendapatkan sesuatu. Kemudahan inilah yang menyebabkan manja akan teknologi yang ada. Sebagai contoh, ketika jaringan wi-fi tiba-tiba down, banyak yang mengeluh tentang lambatnya jaringan yang menjadi kesal. Kaum muda maupun pelajar yang seperti ini akan sulit menghadapi tantangan ataupun permasalahan.

Sebenarnya hidup ini dilalui step by step, alias selangkah demi selangkah untuk menuju perkembangan selanjutnya. Bukan juga kaum muda yang kemudian disebut sebagai generasi instan. Sebab itu adalah efek dari perkembangan teknologi dan budaya. Dengan teknologi yang sudah ada saat ini harusnya manusia bias berkarya lebih kreatif serta cerdas dalam mengembangkan wawasan dan pikiran. Tidak hanya dengan modal pintar, namun juga harus dibarengi dengan karakter dan juga mental yang kuat. Kuat disini bukan berarti dapat berkuasa dan semena-mena, akan tetapi kuat dalam menghadapi tantangan seiring dengan perkembangan zaman. Karena dengan pintar tanpa karakter yang kuat, sama saja seperti monster atau seperti robot yang mau saja disuruh dan dipermainkan orang lain.

Oleh karena itu, yang paling penting adalah tidak bersikap manja dengan kemudahan yang ada pada saat ini. Cobalah berusaha untuk menikmati proses dalam mengerjakan sesuatu, bangun pola pikir yang kritis serta berwawasan luas. Mulailah merencanakan apa yang ingin diwujudkan dari sekarang dan bagaimana cara untuk mencapainya. Jangan malas dalam berusaha dan berhenti berpikir “tidak bisa” sebelum mencoba. Yang perlu diingat adalah kesuksesan itu hasil dari kerja keras orang-orang yang bertekad untuk terus maju dalam mencapai apa yang ingin diwujudkan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here