Genjot Pariwisata untuk Dulang Devisa

0
606
Lukita D. Tuwo

Oleh: Lukita D. Tuwo
Bekerja di Badan Pengusahaan Batam

Ketika saya melakukan perjalanan singkat ke negara jiran Singapura dan kemudian memasuki jalur antrian keimigrasian, saya sangat tercengang dan terkagum-kagum melihat padatnya antrean. Artinya, para pelancong yang mau menikmati ketenaran Singapura, sungguh luar biasa. Orang rela berjam-jam menunggu antrean karena ingin menikmati Singapura. Hal yang sama juga dapat kita lihat apabila melancong ke Malaysia dan Thailand. Lalu muncul dalam pikran saya, “kapanlah imigrasi Batam bisa memiliki pemandangan yang dipadati oleh manusia atau pelancong sepanjang tahun seperti halnya imigrasi Singapura ini?

Dengan kepadatan yang luar biasa itu, tidak mengherankan bila pada 2017, Singapura mampu mendatangkan pelancong asing sebanyak 17,4 juta orang dengan peningkatan rata-rata per tahun sebesar 6,2 % dan total penerimaan devisa senilai US$ 26,8 miliar dengan peningkatan rata-rata 3,9 % per tahun.

Pelancong utama Singapura adalah Tiongkok dan kedua Indonesia. Pada 2018 ini, diperkirakan wisman mereka akan mencapai 17,6-18,1 juta pengunjung. Sementara Batam yang notabene hanya berjarak kurang lebih 45 menit dengan pelayaran feri dan untuk mencapai 2,4 juta saja per tahun atau 200 ribu pelancong per bulan masih sangat sulit.

Berdasarakan data rilis BPS Provinsi Kepri paling top 2,1 juta orang per tahun. Ada apa dengan sektor pariwisata kita yang secara potensi, keindahan alamnya sungguh luar biasa dan ragam budayanya yang memikat, dan bahkan jauh lebih dahsyat bila dibandingkan dengan Singapura, serta banyak negara lainnya.

Memahami betapa potensialnya sektor pariwisata dalam memasok devisa dan ditambah dengan pesona alam, keindahan pantai/laut Indonesia serta ragam budaya yang begitu luar biasa, maka Presiden RI Joko Widodo pun meminta kepada seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) untuk bersinergi dalam mendukung program-program Kementerian Pariwisata agar target wisman minimal 20 juta kunjungan pada tahun 2019 dapat diwujudkan.

Batam secara khusus dan Kepri secara umum adalah tanpa kecuali dan harus mampu menjadi salah satu penyumbang utama terhadap target tersebut.

Hal ini didasari pada faktor geografis yang begitu dekat dengan negara jiran Singapura dan Malaysia serta didukung dengan keindahan alam Kepri akan bisa memanjakan para pelancongnya.

Tentunya, kekuatan (strength) tersebut harus ditangkap oleh stakeholders Batam sebagai peluang besar untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru dalam upaya mendulang devisa melalui wisman yang berkunjung ke Batam.

Dan ini, inline dengan kebijakan Presiden yang menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi dan penghasil devisa Indonesia.Potensi Batam untuk menggenjot wisman dan bahkan juga wisatawan domestik belum direalisasikan secara maksimal.

Kontribusi Pariwisata Dalam PDRB Kepri
Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar AS, menjadi perhatian serius oleh Pemerintah. Ada tiga kiat/strategi yang selalu ditekankan dan diminta oleh Presiden R.I dalam upaya mendatangkan devisa dari luar negeri, yaitu permudah masuknya investasi, genjot ekspor, dan galakkan pariwisata untuk dapat memikat para wisatawan manca negara (wisman).

Untuk strategi yang pertama, pemerintah telah mengeluarkan PP 24/2018 untuk dapat merangsang masuknya dollar/devisa ke pasar dalam negeri denganmemberikan kemudahan pelayanan berinvestasi melalui sistem berusaha terintegrasi secara elektronik, atau disebut Online Single Submission (OSS).

Baca Juga :  #GantiPresiden atau Tidak

Melalui sistem ini penyelesaian izin berusaha sudah sangat cepat, yaitu kurang dari 1 jam dan dapat dilakukan dari tempat dimana si investor atau calon investor berada karena interaksi tatap muka sebagaimana lazimnya selama ini, tidak lagi diperlukan.

Sedangkan untuk strategi yang ketiga, upaya yang telah dilakukan, diantaranya adalah membangun infrastruktur lapangan udara berskala internasional di wilayah destinasi wisata dan menetapkan 10 wilayah destinasi wisata prioritas serta membebaskan visa kunjungan wisata dari wisman sekitar 170-an negara.

Secara finansial, sektor pariwisata telah terbukti tangguh dalam memasok devisa. Merujuk pada hasil rilis Kementerian Pariwisata, tahun 2017 sektor pariwisata mampu mendatangkan devisa sebesar US$ 17 miliar yang diperoleh dari kunjungan Wisman.

Bahkan tercatat nomor dua paling tinggi bila dibandingkan dengan raihan devisa dari komoditi ekspor Indonesia. Peningkatan devisa itu beriringan dengan melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebagaimana ditunjukkan oleh hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) setiap bulan.

Bila dicermati dalam lingkup Kepri, peran sektor pariwisata juga sudah cukup menggembirakan. Kontribusinya dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sudah berada pada kisaran angka 10an persen dan trennya pun terus meningkat.

Bila pada 2010 besaran kontribusi sektor pariwisata baru mencapai 8,34 % tetapi pada 2017 sudah mencapai 10,54 %, atau bertambah 2,20 persen basis poin. Tetapi, bila diperhatikan tren pertumbuhannya, terus menunjukkan perlambatan terutama sejak 2013 yang pada saat itu tumbuh sebesar 10,31% dan pada 2017 hanya 7,78 %.

Perlambatan sektor pariwisata tersebut, erat kaitannya dengan perkembangan jumlah wisman dalam 5 tahun terakhir yang relatif fluktuatif baik antarbulan dalam setiap tahun maupun antartahun.

Secara rata-rata, angkanya masih berfluktuasi pada kisaran 125 s/d 175 ribu per bulan dan hanya pada setiap bulan Desember angkanya melebihi 200 ribu pengunjung. Jadi tidak mengherankan bila jumlah wisman yang datang ke Kepri masih berada di bawah angka 2,1 juta per tahun.

Namun demikian, pada 2018 ini ada tanda-tanda kebangkitan sektor pariwisata Kepri yang ditandai dengan melonjaknya jumlah wisman pada bulan Februari dan Maret dimana jumlahnya berada di atas angka 200 ribu yang pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terjadi.

Hal ini erat kaitannya dengan event-event yang diselenggarakan baik oleh Pemda maupun BP Batam selama periode Januari-Maret. Tetapi, pada April-Mei, jumlah wisman Kepri kembali menukik ke angka di bawah 200 ribu.

Untungnya, pada bulan Juni jumlah wisman kembali melambung ke angka 228.387 pengunjung, atau meningkat 26,60 % (y o y). Jadi, selama semester pertama 2018, jumlah wisman yang datang ke Kepri sudah mencapai 1,21 juta orang, atau naik 19,93 % dibandingkan semester I/2017.

Dari total capaian tersebut, sebesar 74,25 % adalah wisman Batam dan mengalami peningkatan sebesar 19,18 persen. Performa ini harus dijaga terus agar target minimal 2,4 juta pengunjung pada 2018 bisa dicapai.

Genjot Wisman Untuk Devisa
Berdasarkan hasil-hasil penelitian di berbagai negara, sektor Pariwisata cukup dahsyat dalam menopang kekuatan perekonomian suatu negara/wilayah dan oleh karena itulah maka Presiden R.I memberikan perhatian dan upaya besar untuk mendongkrak sektor ini.

Selain memacu pertumbuhan, sektor pariwisata juga sigifikan dalam mewujudkan pemerataan. Kue pertumbuhan sektor pariwisata dinikmati juga oleh masyarakat luas, penyedia jasa transportasi, travel, suvenir/kerajinan rakyat, rumah tinggal, kuliner dan masih banyak lagi.

Baca Juga :  Sempat Mengungsi, Agar Warga Merasa Nyaman

Kebijakan Presiden tersebut, untuk Kepri ditindaklanjutioleh Kemenpar dengan membuka kantor perwakilannya di Batam dalam waktu dekat ini. Tujuannya, tidak lain agar Batam yang secara geografis sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia bisa dijadikan sebagai kekuatan baru dalam mendulang devisa lewat wisman yang berpesiar ke Batam/Kepri.

Merujuk pada fakta empiris yang diuraikan sebelumnya dan dikaitkan dengan keinginan kuat Presiden R.I untuk menjadikan sektor Pariwisata sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia, lalu bagaimana Kepri menyikapi dan menyiasatinya?.

Mau didorong kemana arah pembangunan pariwisata Kepri dan khususnya Batam?. Apakah pembangunan Pariwisata Batam hanya sebatas pernyataan-pernyataan verbal ataukah dalam tindakan nyata?Untuk menjawab pertanyaan ini, pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) dan BP Batam harus cerdas dalam memaknai dan menyusun strategi berdasarkan fakta empiris yang ada.

BP Batam siap untuk mendukungnya sesuai kewenangan yang dimilikinya.
Bila Wisman yang datang ke Kepri diurai menurut asal negara, pelancong utamanya berasal dari Singapura, Malaysia, Tiongkok, India, Korsel, Filipina, dan Jepang. Tiga yang pertama sudah memberi kontribusilebih dari 70 persen dimana masing-masingnya mengambil porsi sebesar 47,26 %, 12,01%, dan 10,81% selama semester I/2018 sebagaimana dirilis oleh BPS Provinsi Kepri baru-baru ini,

Itu artinya, bahwa ketika Kepri ingin mendongkrak jumlah Wisman pada tahun 2018 dan tahun-tahun ke depannya, hendaknyalah ketiga negara tersebut dijadikan target prioritas atau fokus pasar utama.

Dengan demikian, program hot deals bisa diprioritaskan ke 3 (tiga) negara tersebut dan kemudian disosialisasikan secara masif agar mereka mengetahuinya.

Selanjutnya, Pemprov/Pemkab/Pemko dan BP Batam serta didukung oleh sektor privat, merancang program-program kongkret atau kegiatan-kegiatan aksiuntuk menarik dan memikat para pelancong dari ketiga negara sesuai budaya, minat, dan selera masing-masing.

Di saat bersamaan secara selektif juga perlu mulai dilihat potensi wisman dari negara lainnya seperti, Korea, Jepang dan India.

Keuntungan letak geografis Batam yang relatif dekat dengan Singapura, Malaysia dan bahkan Tiongkok, harus dijadikan sebagai faktor penarik (pull factor) bagi ketiga negara. Mari kita ciptakan Batam bukan saja sebagai destinasi wisata tetapi menjadi impian bagi para pelancong sebagaimana telah tercitra di destinasi wisata Bali.

Semua stakeholders, sektor privat dan termasuk masyarakat harus berkomitmen untuk menjadikan Batam sebagai tempat berkumpul yang nyaman, melepaskan ketegangan pikiran, pertukaran budaya dan sosial, bertualang, dan menikmati kuliner khas Nusantara.

Untuk mendorong arus pelancong asing atau Wisman yang lebih besar ke Batam, BP Batam bersama dengan Pemko Batam harus secara sinergis melakukan pembenahan/pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana infrastruktur transportasi dan fasilitas objek wisata yang ada dan kemudian mengembangkan objek-objek wisata baru. Sudah ada beberapa investor besar berminat membangun destinasi wisata baru di Batam seperti theme park, pasar turis, pusat kebudayaan, resor dengan fasilitas berbagai wahana permainan, dan sebagainya. Tapi ini tentu membutuhkan waktu dalam pembangunannya.

Ide-ide kreatif masyarakat Batam sebetulnya juga dapat lebih didorong sebagaimana kita lihat di Yogya, Bandung, dan Banyuwangi, untuk menciptakan Kampung Warna Warni, wisata mangroove , wisata bahari, wisata budaya Melayu, pusat jajan dan kuliner serta objek-objek lain yang instagramable. Tidak mahal namun menarik untuk dikunjungi wisman. Bahkan Batam sebetulnya juga menarik untuk dikembangkan menjadi tempat wisata lansia atau pensiunan.Selain itu, kegiatan atau event internasional, yang secara rutin menjadi agenda tahunan harus dilakukan dan bahkan bila perlu ada pemberian insentif/perlakuan khusus untuk wisman bagi event-event tahunan tersebut.

Baca Juga :  Restropeksi: Tentang Relevansi Pendidikan Moral di Indonesia

Sejalan dengan upaya untuk meningkatkan jumlah wisman, pada awal Agustus ini, BP Batam akan menggelar “BP Batam-Montigo Trail Run 2018” yang akan diikuti oleh peserta dari manca negara, seperti Singapura, Malaysia, India, Jepang, Turki, Amerika Serikat (AS), Inggris, Srilanka, Filipina, Afrika Selatan, dan Swedia.

Selanjutnya pada minggu ke 3 Agustus akan diadakan Festival Kebangsaan, dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI yang ke 73, sekaligus mendorong datangnya wisman dan wisatawan domestik ke Batam dengan menampilkan keragaman budaya Indonesia yang ada di Batam. Acara ini akan melibatkan berbagai paguyuban yang ada di Batam.

Dari September hingga Desember 2018 akan dilaksanakan antara lain kegiatan International Golf Tournament sekaligus untuk memecahkan rekor MURI melibatkan sekitar 1.800 golfers manca negara, Barelang Bridge Internationl Marathon, serta Festival Budaya dan Karnaval Internasional.

Tentunya ke depan, Batam harus mampu melakukan kegiatan-kegiatan berskala lebih besar, seperti event music berskala dunia dan legend, misalnya, Cold Play, Metallica yang digemari Presiden Jokowi, Bon Jovi, dan yang lainnya.

Ini seharusnya diadakan di Batam yang notabenebisa menggaet calon penonton dari negara-negara jiran, seperti Singapura, Malaysia dan bahkan India. Jadi, jangan melulu diselenggarakan di Jakarta yang relatif tidak begitu berdampak untuk menggaet para wisman.

Dengan adanya event-event internasional seperti ini, diharapkan pelancong asing akan meroket untuk datang menghabiskan liburannya di Batam/Kepri dan devisa masuk pun, membumbung.

Tentunya, semua stakeholders harus kompak bersinergi membuat program-program aksi untuk meningkatkan jumlah Wisman minimal 3 juta orang per tahun, atau rata-rata 250 ribu per bulan agar devisa dapat mengalir lebih deras ke dalam negeri melalui Batam/Kepri.

Pengalaman BP Batam menyelenggarakan Batam Menari 2018, Batam mampu dan bisa kompak. Masyarakat Batam dengan semangat dan sukarela berpartisipasi dalam kegiatan itu untuk menggairahkan Batam tercinta.

Hasilnya, Batam Menari sukses mencapai rekor MURI menarikan secara masal Rampai Batam yang melibatkan lebih dari 21000 penari.

Di samping pentingnya langkah sinergi, pemberian insentif bagi para pelancong asing yang mau datang ke Batam/Kepri, menjadi krusial dan strategis.

Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Batam dan BP Batam harus segera memberdayakan program hot deals yang adadi masing-masing instansi untuk dapat mendorong kedatangan Wisman pada hari-hari di luar week end ke Batam.

Dengan dibukanya kantor perwakilan Kementerian Pariwisata R.I dalam waktu dekat ini di Batam, maka kolaborasi dan koordinasi yang sinergis diantara sesamastakeholders akan menjadi mudah dan efektif karena sudah bersama-sama menghadapi persoalan-persoalan lapangan.

Ke depan saya yakin, sektor pariwisata bila digarap dengan baik akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama Batam/Kepri dan meratanya sejahtera Batam Madani. Semoga.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here