Geopark Belum Dongkrak Wisman

0
190
SALAH satu pengunjung menikmati senja di lokasi bebatuan Natuna yang ditetapkan sebagai Geopark Nasional. f-net/istimewa

Natuna Harus Siapkan Fasilitas 3A

Setelah ditetapkan sebagai Geopark Nasional, sejumlah situs yang sudah berabad-abad usianya di Natuna belum dijadikan sebagai salah satu pintu masuknya turis ke Kepri. Geopark Natuna masih butuh fasilitas 3A (Akses, Atraksi, dan Amenitas).

NATUNA – KEPALA Dinas Pariwisata Provinsi Kepri mengatakan, suatu situs yang sudah ditetapkan sebagai Geopark lantas tak langsung jadi destinasi wisata yang akan dikunjungi turis.

Namun, butuh waktu agar lokasi itu menjadi tujuan wisata turis. Masih banyak yang harus dibenahi terutama akses, atraksi hingga amenitas (berbagai fasilitas di luar akomodasi yang dapat dimanfaatkan wisatawan selama berwisata di suatu destinasi).

Untuk Geopark Natuna, kata dia, akses ke sana lewat laut dan udara. Apabila lewat udara, maka ongkosnya bisa terlalu mahal atau penerbangan tidak rutin.

Apabila lewat laut, maka sangat tidak mungkin menggunakan kapal perintis yang selama ini melayari daerah perbatasan tersebut. Turis akan bosan karena butuh waktu berhari-hari.

Namun, apabila turis ingin nyaman, santai dan menyenangkan, perlu masuk kapal pesiar dari Batam ke Natuna. Atau dibangun satu kapal feri khusus turis yang cepat.

”Itu baru akses menuju Natuna. Akses menuju lokasi Geopark harus disiapkan juga. Mungkin feri dari pelabuhan atau bandara ke lokasi situs. Belum lagi jalan di lokasi situs harus dibenahi,” ujar Buralimar saat ditanya apakah Geopark Natuna dijadikan pintu masuk turis ke Kepri tahun ini.

Kemudian, kata dia, Atraksi juga harus disiapkan. Atraksi ada tiga jenis yakni atraksi alam, atraksi budaya dan atraksi buatan. Atraksi alam sudah terpenuhi karena situs atau pemandangan alam di sana sudah indah.

Kemudian, atraksi budaya adalah penampilan budaya lokal. Untuk Natuna misalnya, ada penampilan budaya Melayu setempat. Ini tidak masalah. Sudah ada.

Atraksi buatan manusia harus dirancang menarik. Atraksi buatan ini bisa saja berupa event apakah itu sport tourism atau event lain yang menarik untuk mendatangkan turis.

Atraksi buatan salah satunya yang bagus adalah di Bintan. Sport tourism di Bintan telah mendunia. Turis berbagai negara di dunia datang ke Bintan untuk mengikutinya seperti Bintan Triathlon.

Amenitas bisa berupa fasilitas pariwisata seperti rumah makan, restoran, toko cinderamata, dan fasilitas umum seperti sarana ibadah, kesehatan, taman, dan lain-lain.

Sebagai salah satu elemen pendukung dalam destinasi wisata, Amenitas sangat penting karena berperan dalam pemenuhan kebutuhan wisatawan yang tidak disediakan oleh akomodasi selama berwisata, seperti kebutuhan makan, hiburan, ibadah, kesehatan, dan lain-lain, ketika menikmati daya tarik wisata (atraksi) dan aktivitas dengan memanfaatkan aksesibilitas yang ada.

Ke depan, Buralimar yakin, Natuna akan menjadi tujuan wisata dunia yang menarik. Tentu berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk mendatangkan turis harus dibenahi perlahan-lahan.

Kemudian, salah satu kelemahan di Kepri adalah masih minimnya sport tourism. Harusnya, setiap daerah di Kepri memiliki keunggulan sport tourism yang akan membuat turis betah berlama-lama.

Sport tourism di Kepri masih kebanyakan dilakukan di darat. Ke depan, seluruh daerah harus mengembangkan sport tourism maritim atau di laut.

Sport tourism, kata Buralimar terus berkembang dan tidak bisa dikesampingkan. Warga Eropa sangat menyukai wisata olahraga seperti itu. Karena itulah, turis ke Bintan terus meningkat karena sport tourism yang digelar di sana sangat bergengsi dan sudah terkenal.

Pelabuhan maryna (maryna port) juga harus dilengkapi di Kepri. Saat ini, baru dua pelabuhan maryna di Kepri yakni di Batam dan di Bintan.

Sementara yacht sudah sering datang ke Kepri baik itu ke Batam, Natuna, Anambas, Lingga, Tanjungpinang dan Bintan. Di Karimun hanya melintas saja.

Apabila seluruh kabupaten/kota di Kepri memiliki pelabuhan maryna, maka yachter bisa keliling Kepri karena sudah ada pelabuhan untuk berlabuh.

Buralimar mengatakan, potensi perkembangan pariwisata skala internasional sangat memungkinkan bisa dilakukan di Kepri. Tinggal bagaimana sama-sama menggali potensi itu agar terwujud.

”Pariwisata ini tidak dapat untung saat itu juga. Tahun ini kita benahi atau kita promosikan, bisa saja tiga atau lima tahun lagi baru dapat untungnya. Tapi, pariwisata ini menjadi perhatian seluruh negara-negara di dunia saat itu,” ungkapnya.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here