Gereget Pilwako Berkurang

0
519
Dua calon Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah dan H Syahrul menunjukkan nomor di Pilkada Tanjungpinang.F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Mantan calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang di Pilkada Tanjungpinang 2013 lalu, Rudi Chua menilai masyarakat Tanjungpinang kini sudah semakin dewasa dalam berpolitik. Ia membandingkan dengan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang lima tahun lalu. Kini sedikit berbeda terutama perbedaan keriuhannya.

”Pilkada sekarang sepi. Karena sepi maka pilkada relatif lebih kondusif,” kata Rudi Chua, juga anggota DPRD Provinsi Kepri daerah pemilihan Kota Tanjungpinang, kemarin.

Menurutnya, sistem kampanye dengan sistem door to door (pintu ke pintu) dan langsung tata muka dengan masyarakat, yang dilakukan calon Wali Kota Tanjungpinang nomor urut 1 H Syahrul-Rahma dan nomor urut 2 H Lis Darmansyah-Maya Suryanti, sangat diterima masyarakat. Beda pilkada lima tahun lalu, sistem kampanyenya melibatkan massa yang cukup banyak, maka sering terjadi gesekan antar massa.

Baca Juga :  Alias Wello Koreksi Pernyataan Apri Sujadi Soal Pelepasan Kawasan Hutan di Bintan Seluas 773 Ha

”Di tengah masyarakat sekarang justru bertanya-tanya, kenapa pilkada Tanjungpinang sepi, ada apa ini? Demokrasi yang sebenarnya seperti inilah, kampanye dengan adu program visi dan misi bukan adu massa,” bebernya.

Rudi Chua juga minta agar masyarakat bersama penyelenggara pemilu, baik itu KPU dan Panwaslu, untuk sama-sama mengawasi agar pilkada Tanjungpinang berjalan dengan baik dan aman. ”Sepinya suasana pilkada Tanjungpinang, kalau saya lihat karena semakin dewasanya masyarakat kita berpolitik,” tegasnya.

Kata dia, kedua calon Wako dan Wawako sedang mulai memaparkan visi dan misinya kepada masyarakat, jadi sambung dia, tinggal masyarakat nanti mau memilih calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang yang mana. Penentuannya, pada pencoblosan 27 Juni mendatang.

Baca Juga :  Bupati Hamid Daftar Pilgub

Politisi Hanura ini juga minta agar masyarakat tidak masuk golongan putih (golput) atau tidak memberikan hak suaranya pada pilkada mendatang. Karena satu suara sangat menentukan lima tahun masa depan Tanjungpinang. ”Tak boleh golput dong, harus ramai-ramai mendatangi TPS,” pintanya.

Ia menyarankan, kepada warga agar mengecek namanya, masuk atau tidak sebagai daftar pemilih sementara (DPS). Kalau masyarakat belum masuk DPS, disarankan melaporkan ke ketua RT/RW setempat. Supaya RT/RW hal tersebut sampai ke kelurahan. Dan, bisa juga kalau warga tersebut langsung ke kantor lurah.

Baca Juga :  Golkar dan PSI Mendaftar ke KPU

”Dua calon yang akan menjadi Wali Kota Tanjungpinang adalah putra terbaik dan keduanya cukup dikenal di tengah masyarakat,” bebernya. Masih kata Rudi, kepada pemilih pemula, ia juga anjurkan untuk mengecek namanya di DPS nantinya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here