Golkar dan PDIP Sulit Berkoalisi di Pilwako

0
769
PILGUB 2015: HM Soerya Respationo (kiri) dan H Ansar Ahmad saat prosesi tepuk tepung tawar oleh LAM Kepri saat pilgub 2015 lalu. f-dok/tanjungpinang pos

Jelang Pilkada 2018

Tanjungpinang – Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang periode 2018-2023 sudah dekat.

Saat pilkada Gubernur Kepri 2015 lalu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkoalisi dengan Golkar. Saat itu mereka mengusung HM Soerya Respationo-H Ansar Ahmad sebagai pasangan Cagub dan Cawagub.

Saat ini, Ansar Ahmad ketua DPD Golkar Kepri. Begitu juga dengan HM Soerya Respationo, yang juga menjabat sebagai ketua DPD PDIP Kepri. Apakah Golkar dan PDIP berkoalisi di Pilkada Kota Tanjungpinang 2018 mendatang?

Menurut Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka, peluang PDIP-Golkar untuk berkoalisi di Pilkada Tanjungpinang sangat kecil.

Kekalahan di pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2015 lalu, menjadi bahan evaluasi buat dua partai politik (parpol) tersebut. Baik itu dari partai berlambang pohon beringin maupun partai berlogo kepala banteng tersebut.

”Saya mempredisikan, Golkar dan PDIP memilih jalan masing-masing,” kata Endri panggilan sapanya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (30/1).

Duet dua partai politik (parpol) tersebut tidak hanya pernah terjadi di Pilgub Provinsi Kepri tahun 2015 lalu. Duet dua parpol sudah pernah terjadi saat pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2014 lalu.

Yang jelas, lanjut Endri, partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri dengan sendirinya sudah bisa mengusung calon sendirian untuk maju di Pilwako Tanjungpinang mendatang. PDIP, sudah memenuhi syarat, PDIP memiliki 7 kursi di DPRD Kota Tanjungpinang.

Sedangkan Golkar hanya memiliki 5 kursi dan perlu tambahan satu kursi, untuk mengusung calon sendiri.

Kalau dilihat saat ini, kandidat yang bakal diusung PDIP adalah, Lis Darmansyah yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Tanjungpinang dengan didampingi Syahrul sebagai Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

Persoalannya, tanya dia, apakah Lis Darmansyah mau punya wakil dari Partai Golkar. Seandainya tidak mau, Lis kemungkinan punya wakil atas pilihannya sendiri. Seperti yang digadang-gadangkan saat ini, yaitu Riono.

Saat ini, Riono masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang. Dan itupun, Riono juga bukan orang dari Partai Golkar. Sementara, apakah Partai Golkar mau mengusung Riono untuk menjadi calon kandidat di Pilwako Tanjungpinang. Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Kepri, Ansar Ahmad pernah menyatakan, bahwa Partai Golkar akan mengusung dua kadernya maju di Pilwako Tanjungpinang mendatang.

Dua kader itu adalah Ade Angga dan Teddy Jun Askara (TJA). Ade Angga merupakan anggota DPRD Kota Tanjungpinang. Sedangkan, TJA anggota DPRD Provinsi Kepri.

Kemudian, lanjutnya, seumpama Lis ingin bergandeng dengan Syahrul kembali, apakah Partai Golkar mau mengusung Syahrul sebagai calon kandidat maju di Pilwako Tanjungpinang mendatang. Sementara, periode sebelumnya, Syahrul diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN).

”Nanti, kalau pun ada lobi-lobi atau pembicaraannya agak panjang,” sebut dia. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here