GOR Kacapuri Tak Layak untuk Cabor Voli

0
619
GOR KACAPURI: Nur Syafriadi didampingi (tiga dari kanan) didampingi Ketua KONI Tanjungpinang Adnan (tiga dari kiri), saat meninjau GOR Kacapuri, tahun lalu. f-Abas/Tanjungpinang pos

Jelang Porprov Kepri 2018

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepri H Nur Syafriadi menilai kalau Gedung Olahraga (GOR) Kacapuri Tanjungpinang tak layak untuk dijadikan venue cabang voli untuk Pekan Olahraga Provinsi Kepri (Porprov) 2018 mendatang.

TANJUNGPINANG – pasalnya, kondisi GOR Kacapuri itu mengkhwatirkan. Selain itu, membutuhkan dana besar untuk memperbaikinya. Apalagi, status GOR Kacapuri adalah milik swasta hingga tidak bisa direnovasi menggunakan dana negara. Inilah persoalannya. ”Saya minta untuk venue cabang voli Porprov dipindahkan ke GOR voli Antam di Kijang saja,” kata Nur Syafriadi, kemarin.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kepri ini, menilai GOR Kacapuri kalau tetap dipaksakan jadi lokasi pertandingan voli tanpa ada perbaikan terlebih dahulu, ia takut nanti merugikan atlet dan penonton. Takut atap dan plafon GOR Kacapuri ambruk. ”Dengan kondisinya seperti sekarang ini, tentu kita takut kalau ambruk,” tegasnya.

Tapi, kalau pengelola GOR Kacapuri mau memperbaiki sebelum pelaksanaan Porprov kira-kira September 2018, untuk cabang voli tetap di laksanakan di GOR Kacapuri. Tapi, kalau tidak, ya, terpaksa cabang voli dipertandingkan di luar Tanjungpinang.

”GOR Voli Antam cukup baik. Saya rasa tak masalah, Tanjungpinang dan Bintan, satu daratan lokasinya juga tak jauh,” bebernya. Kata Nur, cabang lainnya seperti lintasan atletik dan renang, yang rencana awalnya digelar di Batam tetap akan digelar di Tanjungpinang.

Lintasan atletik tetap digelar di lintasan atletik Stadion Sulaiman Abdullah. Begitu juga untuk kolam renang, tetap digelar di kolam renang Dendan Ria Sukaberang. Tetap sama di Porprov pertama tahun 2006 di Tanjungpinang juga. ”Perbaikan dan peningkatan kualitas venue-venue olahraga untuk kegiatan Porprov Kepri baru terlihat hasilnya tahun depan,” tegasnya.

Diungkapkan Nur, sukses atau tidaknya Porprov Kepri yang digelar di Tanjungpinang sebagai tuan rumah tergantung anggaran. KONI Kepri telah mengusulkan anggaran Porprov ke APBD Pemprov Kepri 2018 sebesar Rp9,5 miliar. ”Kalau dananya ada, pasti Porprov sukses. Tapi, kalau dananya tak ada, dipastikan Porprov tak maksimal,” bebernya. Kata dia, dana sebesar Rp9,5 miliar digunakan diantaranya, untuk pelatihan daerah (pelatda) bagi atlet-atlet dari daerah di Kepri.

”Peserta Porprov ada tujuh kabupaten/kota di Kepri. Kita minta ke tujuh daerah tidak mengambil atlet dari luar Kepri,” bebernya. Sebab, Porprov digelar untuk melihat sejauh mana pemerintah daerah membina olahraga. Dan, atlet yang terbaik di Porprov nanti akan menjadi utusan Kepri di ajang nasional termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

”Jadi ada tahapan prestasinya. Kalau semua ingin juara umum di Porprov dengan cara mengambil atlet dari luar Kepri, yang rugi adalah atlet Kepri sendiri,” bebernya. Karena atlet di Kepri tidak berkembang. Justru yang berkembang atlet dari daerah lainnya di Kepri. ”Janganlah mengambil atlet dari luar. Binalah atlet Kepri sendiri. Skil dan kwalitas atlet kita tak kalah dengan daerah lainnya,” bebernya.

Masih kata Nur, soal jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan belum diputuskan. ”Beberapa daerah mengusulkan penambahan cabang baru. Seperti cabang aeromodelling, Wood Ball, panahahan, mountain, tinju dan beberapa cabang lainnya, masih dibahas.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here