Griya Yatim, Tempat Belajar Alquran Kaum Duafa

0
480
Ketua Yayasan Bina Insan Sakinah Kota Tanjungpinang, Drs. Muqtafin, M.Pd secara resmi meresmikan tempat itu di Kampung Sido Makmur, Batu 9, Kamis (3/5). f-istimewa

TANJUNGPINANG – Setelah sukses membuka sekolah-sekolah, pihak Yayasan Bina Insan Sakinah perlahan bergerak di bidang sosial. Kali ini, pihak yayasan menyediakan griya atau tempat belajar Alquran untuk kaum duafa yang diberi nama Griya Yatim Dhuafa (GYD) As-Sakinah.

Ketua Yayasan Bina Insan Sakinah Kota Tanjungpinang, Drs. Muqtafin, M.Pd secara resmi meresmikan tempat itu di Kampung Sido Makmur, Batu 9, Kamis (3/5). Muqtafin mengingatkan, menaungi anak yatim adalah kewajiban bagi setiap muslim Hadirnya Yayasan Bina Insan Sakinah bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Di bidang pendidikan sudah berkontribusi sejak tahun 2002.

Saat ini mereka bergerak untuk sosial. Maka dibukalah Griya Yatim Dhuafa pada tahun ini yang diperuntukkan untuk anak yatim dan kaum duafa serta untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan.

”Bila ada program-program sosial dari pemerintah, kami siap bekerja sama untuk sama-sama mensukseskan program Griya Yatim Dhuafa ini,” jelasnya.

Ia juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat, agar niat baik berdirinya Griya tersebut dapat berjalan dengan lancar. Sekretaris Lurah Batu 9 Septiadi hadir dalam kegiatan ini sekaligus membuka soft launching Griya Yatim Dhuafa. Ia mengatakan, dalam hal ini pihak Kelurahan Batu 9 sangat mendukung adanya pendirian Griya Yatim Dhuafa ini.

”Semoga dapat bermanfaat buat masyarakat sekitar, karena program yang ditawarkan sangat bagus dan banyak. Hadir juga dalam kegiatan ini anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Ismiyati yang juga Pembina Yayasan Bina Insan Sakinah. Tokoh masyarakat, Ketua RW 12 Kampung Sido Makmur, Suhardiono.

Kepala Griya Yatim Dhuafa As-Sakinah Marwan Adha, S.Pd.I mengatakan, mereka menyiapkan tempat belajar Alquran yang sudah soft launching dan tasyakuran. Dijelaskannya, ada dua program utama di griya tersebut yakni, yang pertama program takhasus anak asuh Tahfidz menghafal Alquran untuk anak yatim khusus putri.

”Untuk tahun pertama ini kita akan menerima 10 orang santri putri. Rencana ke depan akan dibuka khusus tahfizh Alquran untuk anak yatim laki-laki,” jelasnya.

Pihaknya membuka peluang selebar-lebarnya jika ada kaum muslimin yang ingin mewakafkan tanahnya untuk lokasi tahfizh anak yatim laki-laki ini. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here