Gubernur Acuhkan Wacana Provsus Barelang

0
615

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri Nurdin Basirun tidak menghiraukan dan akan membiarkan kelompok masyarakat Batam yang gencar menggulirkan wacana pebentukan Provinsi Khusus Batam, Rempang dan Galang (Barelang).

”Biarkan saja semua orang bisa ngomong dan berpendapat apa saja. Untuk menyelesaikan permasalahan Batam, bukan dengan cara seperti itu,” tegas Nurdin usai paripurna di DPRD Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Selasa .

Harusnya, kata mantan Bupati Karimun ini, apa yang menjadi permasalahan di Batam dibicarakan bersama dan dengan cara baik. Bukan justru akan menimbulkan dan menambah kisruh sehingga membuat Batam makin terpuruk.

”Mari duduk bersama untuk kebaikan bersama. Kan disini ada pemerintahan, kenapa tidak membicarkannya, bukan justru membuat keputusan yang akan membuat resah dan tidak jelas,” ujarnya.

Di tempat yang sama, tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri Huzrin Hood menyebutkan, apa yang dirumuskan dan disuarakan oleh sekelompok orang di Batam, terkait pembentukan Provinsi Khsus Barelang itu merupakan bentuk penghianatan terhadap cita-cita masyarakat Kepri.

”Saya sudah berbicara dengan Pak Soerya Respationo, untuk menolak rencana pembentukan provinsi khusus itu,” katanya. Huzrin meminta anggota DPRD Provinsi Kepri yang menjadi Panitia Khusus Pengembangan Batam, untuk mengundurkan diri. Sebab bertolak belakang dengan apa yang diharapkan untuk pengembangan Batam lebih baik ke depannya. Justru kata Huzrin anggota dewan tersebut baik ketua pansus dan anggota pengembangan Batam ikut di dalam wadah pembentukan provinsi khusus Barelang.

”Itu namanya tidak benar, ditugaskan agar bagaimana Batam itu bisa maju dan berkembang, justru malah menghianatinya,” ujarnya.
Dengan membentuk Provinsi Khusus Barelang, tambahnya, apakah akan bisa mengatasi permasalahan yang saat ini dihadapi Batam.

“Harusnya mencari jalan keluar yang terbaik untu Batam dan umumnya bagi Kepri. Mari kita bersama rembukan dan bicarakan dengan baik-baik untuk mencari solusi. Jangan justru merusak sehingga semakin tidak jelas arahnya.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Kepri Iskandarsyah. Menurutnya, tidak tepat dengan wacana pembentukan Provinsi Khusus Barelang tersebut. Tetapi, apabila mengusulkan dan menyuarakan menjadi Provinsi Otonomi Khusus Kepri itu yang luar biasa.

”Bila Kepri jadi provinsi otonomi khusus, seperti Papua, Jogjakarta, Jakarta dan Aceh, tentunya akan lebih meningkatkan perekonomian, pembangunan dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepri secara keseluruhan, bukan hanya Batam,” sebutnya.

Iskandarsyah menyebut, baiknya semua mengutamakan dialog, jangan hanya mementingkan keegoan dan juga ambisi. Justru di tengah kesulitan ini harus menajdi perekat untuk bangkit dan membangun kearah yang lebih baik.

Melemahnya perekonomian Batam dan umumnya Kepri, bukan hanya dialami Kepri semata. Tetapi kelesuan perekonomian ini terjadi di semua daerah di Indoenesia dan juga dunia. Sementara itu, Taba Iskandar menyebutkan, wacana pembentukan Provinsi Khusus Barelang karena masalah ekonomi yang terpuruk.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here